FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Selama PPKM, Angka Kesembuhan Covid-19 Masih Minus

Ilustrasi / Warga berjalan melewati Jalan Pintu Besar Utara yang ditutup karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tua, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Setelah diberlakukan mulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021, pemerintah memperpanjang PPKM selama dua pekan dari 26 Januari hingga 8 Februari 2021 di Jawa-Bali untuk mencegah penyebaran virus corona. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

KBRN, Jakarta: Satgas Penanganan Covid-19 mengevaluasi kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama dua minggu berjalan di Pulau Jawa-Bali. 

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 dr Dewi Nur Aisyah menyebutkan, bahwa angka penurunan kesembuhan lebih rendah di daerah yang menerapkan PPKM dibanding daerah yang tidak menerapkan PPKM. 

"Kita coba dari Bali, rata-ratanya dari kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM terjadi penurunan angka kesembuhan -4.18 persen," papar Dewi dalam acara diskusi "Covid-19 dalam Angka" di gedung graha BNPB, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

"Sedangkan yang tidak melaksanakan PPKM rata-rata terjadi penurunan angka kesembuhan -5.31 persen," sambungnya. 

BACA JUGA: Satgas Covid-19: Kasus Aktif Masih Terus Naik

Dari penjelasan tersebut, Dewi mengartikan bahwa penurunan angka kesembuhan di wilayah yang menerapkan PPKM jauh lebih baik ketimbang wilayah yang tidak melaksanakan PPKM. 

Data yang sama juga terlihat pada angka penurunan kesembuhan di Provinsi Banten.

Satgas Covid-19 dr Dewi Nur Aisyah

Dewi menyebut, angka penurunan kesembuhan di Provinsi Banten yang melaksanakan PPKM sekitar -4.42 persen.

Sementara di wilayah yang tidak melaksanakan PPKM turun sebesar -7.71 persen. 

"Berarti kan ini agak berbeda," kata Dewi. 

BACA JUGA: Kenali Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Selain itu evaluasi PPKM di Provinsi Yogjakarta secara keseluruhan menunjukkan hasil yang baik.

Terbukti dari data yang disampaikan, 3 dari 5 kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM, angka kesembuhannya naik. 

"Jadi secara general di Provinsi Yogja, rata-rata kesembuhan meningkat 1.41 persen," imbuhnya. 

Sementara itu di Provinsi DKI Jakarta sendiri, secara keseluruhan mengalami penurunan angka kesembuhan selama periode PPKM.

BACA JUGA: Jika Lockdown, Pemerintah Perlu Kucurkan Rp15.764 Triliun

Sehingga dapat disimpulkan, rata-rata penurunan kasus kesembuhan di Jakarta yakni -3.32 persen. 

Disusul Provinsi Jawa Barat, rata-rata angka kesembuhan di wilayah PPKM -1,47 persen. Sedangkan wilayah yang tidak menjalankan PPKM turun sangat signifikan di angka -22,99 persen. 

Provinsi Jawa Timur yang melaksanakan PPKM rata-rata angka kesembuhannya turun -2,81 persen. Sementara, di wilayah non-PPKM justru angka kesembuhannya malah naik 0.27 persen. 

Terakhir, wilayah PPKM di Provinsi Jawa Timur rata-rata angka kesembuhan turun sebesar -1,53 persen. Sementara, di wilayah non-PPKM justru angka kesembuhannya malah naik 0.73 persen 

Adapun tahap pertama PPKM yang dimulai pada 11 hingga 25 Januari 2021. Terdapat 77 kabupaten/kota di 7 provinsi Jawa dan Bali yang melaksanakan PPKM.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00