FOKUS: #VAKSIN COVID-19

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 8 Februari, WFH!

Warga bersepeda di Jalan Tunjungan yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/1/2021). Polrestabes Surabaya memberlakukan penutupan Jalan Tunjungan dan Raya Darmo pada tanggal 22 dan 23 Januari 2021 di jam tertentu untuk menciptakan Kawasan Tertib Jaga Jarak Fisik (physical distancing) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO (Didik Suhartono)

KBRN, Jakarta: WFH atau work from home kembali diberlakukan ketat di wilayah Jawa-Bali.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang untuk Tujuh Provinsi di Jawa-Bali, mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021 mendatang.

Demikian Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Jumat, 22 Januari 2021. 

BACA JUGA: Awas, PSBB Jakarta Sangat Ketat Sekarang

"Mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus Covid-19 dan gubernur pada provinsi (di Jawa-Bali) dapat menambahkan prioritas wilayah pembatasan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah dan memperhatikan cakupan pemberlakuan pembatasan," demikian seperti dikutip dari instruksi tersebut, Minggu (24/1/2021). 

Dalam instruksi itu, Tito juga merinci beberapa kegiatan yang akan dibatasi dalam perpanjangan PPKM Jawa-Bali ini. 

BACA JUGA: PSBB Jakarta Diperpanjang Dua Pekan, Mulai Diperketat

Tak berbeda dengan PPKM Jawa-Bali jilid pertama, Tito juga meminta pembatasan di tempat kerja hingga 75 persen, atau melaksanakan work from home (WFH) ketat.

Sementara 25 persen sisanya diizinkan bekerja di kantor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00