FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Awas, PSBB Jakarta Sangat Ketat Sekarang

Ilustrasi / Petugas medis bersiap melakukan tes usap COVID-19 secara lantatur atau layanan tanpa turun di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Cilandak, Jakarta (Ant/Wahyu Putro A)

KBRN, Jakarta: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta mulai menerapkan disiplin sangat ketat sekarang.

PSBB ini mengatur soal pembatasan mobilitas masyarakat seiring lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. 

Pemerintah Provinsi DKI misalnya, menetapkan kebijakan 75 persen bekerja dari rumah bagi karyawan kantor di Ibu Kota.

Pemprov DKI juga memutuskan pembelajaran secara daring atau dari rumah bagi semua siswa mulai tingkat dasar hingga menengah.

Pembatasan juga diberlakukan kepada tempat makan atau restoran mulai dari pengunjung dan jam operasional. 

BACA JUGA: PSBB Jakarta Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

Kapasitas pengunjung maksimal 25 persen dan operasional hingga pukul 20.00 WIB.

Kapasitas di tempat peribadatan dibatasi maksimal hingga 50 persen. 

Jumlah tersebut berlaku pula untuk kapasitas di angkutan umum atau massal.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta resmi diperpanjang hingga 8 Februari 2021 mendatang, atau hingga dua pekan ke depan.

Demikian keputusan yang diambil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui Keputusan Gubernur Nomor 51 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan, Jangka Waktu, dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah PSBB yang diteken per 22 Januari lalu.

"Menetapkan perpanjangan, jangka waktu dan pembatasan aktivitas luar rumah PSBB selama 14 hari terhitung sejak 26 Januari sampai 8 Februari 2021," demikian bunyi ketetapan tersebut.

Perpanjangan PSBB DKI dengan demikian mengikuti keputusan perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00