FOKUS: #VAKSIN COVID-19

PSBB Jakarta Diperpanjang Dua Pekan, Mulai Diperketat

Ilustrasi / Sejumlah pejalan kaki menyeberangi zebra cross di Jakarta (Ant/Reno Esnir)

KBRN, Jakarta: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta resmi diperpanjang hingga 8 Februari 2021 mendatang, atau hingga dua pekan ke depan, dan mulai diperketat disiplin protokol kesehatan.

Demikian keputusan yang diambil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui Keputusan Gubernur Nomor 51 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan, Jangka Waktu, dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah PSBB yang diteken per 22 Januari lalu.

"Menetapkan perpanjangan, jangka waktu dan pembatasan aktivitas luar rumah PSBB selama 14 hari terhitung sejak 26 Januari sampai 8 Februari 2021," demikian bunyi ketetapan tersebut.

Perpanjangan PSBB DKI dengan demikian mengikuti keputusan perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

BACA JUGA: Anies: Jakarta Bersiap Sejak Covid-19 Dianggap Enteng

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, pihaknya sudah bersiap menangani pandemi Covid-19, sejak wabah tersebut masih dianggap enteng oleh sebagian pihak.

"Sejak Covid-19 masih dianggap enteng, disaat sebagian mengira ini urusan pendek yang akan cepat selesai, kami di DKI Jakarta sudah bersiap untuk menghadapi masalah ini sebagai urusan yang panjang," kata Anies dalam akun Instagram, Minggu (24/1/2021).

Anies menyebutkan, persiapan di RSUD Cengkareng menjadi salah satu buktinya. 

Ia mengatakan, rumah sakit ini sudah dijadikan rumah sakit khusus Covid-19 sejak awal pandemi masuk ke Indonesia.

Menurut Anies, RSUD Cengkareng saat ini memiliki daya tampung paling besar di DKI, dengan 80 kamar ICU dan 240 ruang rawat isolasi.

Ia mengaku, pendekatan ini dilalukan karena belajar dari pengalaman kota lain di dunia, dimana pandemi berjalan dalam waktu yang panjang.

BACA JUGA: PPKM Diperpanjang, Ini Zona Merah Jawa-Bali

"Rumah sakit ini terus menambah kapasitas ICU dan tempat tidur isolasi. Ini berarti juga menambah jumlah tenaga medis, peralatan kesehatan, juga obat-obatan," ujarnya.

Anies juga mengutarakan, tenaga kesehatan merupakan benteng terakhir dalam penanganan pandemi. 

Bahkan, jumlah mereka tidak sepadan dengan banyaknya orang yang terinfeksi.

"Jangan biarkan benteng ini roboh karena hadirnya gelombang pasien Covid-19 yang makin banyak," katanya.

Anies menyatakan, pihaknyaa terus serius menangani pandemi dengan meningkatkan kemampuan testing, tracing, dan treatment. 

Serta menerapkan transparansi dan keterbukaan sebagai prinsip penanganan virus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00