Tidak Semua Penyintas COVID-19 Bisa Menyumbangkan Plasma

(ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mendorong agar penyintas covid-19 dapat mendonorkan plasma konvalesen demi menekan angka kematian akibat covid-19.

Namun ternyata tidak semua pasien sembuh covid-19 dapat menyumbangkan darah plasma konvalesen.

Dikutip klikdokter, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan jika metode terapi plasma konvalesen sebenarnya sudah cukup lama digunakan. Termasuk ketika terjadi pandemi flu spanyol pada 1918, serta wabah flu babi, SARS, ebola, dan MERS beberapa tahun lalu.

Selain itu, katanya, secara umum tidak ada panduan mutlak mengenai pendonor plasma konvalesen.

"Misalnya, kalau COVID-19 sekitar 14 hari setelah dinyatakan sembuh, sedangkan dulu ebola 28 hari. Harus masuk range usia, boleh donor. Kalau berdonor, tidak malah merugikan dirinya. Salah satu, biasanya tidak boleh ada penyakit lain yang sedang diderita,” ujar dia. 

Sementara itu, Kemenkes menyebut pasien COVID-19 bisa mengikuti uji klinis setelah memenuhi beberapa syarat. Di antaranya:

  • Usia minimal 18 tahun.
  • Dalam perawatan dengan gejala sedang yang mengarah ke berat. 
  • Mau dirawat minimal 14 hari.
  • Golongan darah pendonor harus sama dengan penerima.
  • Mengikuti prosedur dan tahap-tahap penelitian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00