FOKUS: #VAKSIN COVID-19

23 Orang Meninggal, Ini Kandungan Vaksin Pfizer

Ilustrasi Vaksin Pfizer

KBRN, Jakarta: Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kematian 23 orang lansia di Norwegia yang meninggal dunia usai disuntik vaksin Pfizer. Pfizer sendiri diketahui merupakan vaksin buatan Amerika Serikat. 

Pada 2020 lalu, Pfizer menyatakan memiliki efektivitas mencapai 95 persen. Bahkan Pfizer menjadi vaksin pertama yang mendapat izin penggunaan darurat di negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan Uni Eropa. 

Sebanyak 13 dari 23 orang tersebut meninggal karena efek samping yang ditimbulkan akibat vaksin yakni demam dan mual. Namun, sebenarnya apa kandungan yang terdapat dalam vaksin Pfizer? 

Berdasarkan laporan Mirror, vaksin produksi Pfizer dan BioNTech diduga mengandung berbagai bahan, bersamaan dengan zak aktif yang disebut BNT162b2 RNA.

- ALC-0315 = (4-hydroxybutyl) azanediyl) bis (hexane-6,1-diyl) bis (2-hexyldecanoate)- ALC-0159 = 2 [(polietilen glikol) -2000] -N, N-ditetradecylacetamide- 1,2-Distearoyl-sn-glycero-3-phosphocholine- cholesterol (Kolesterol)- dibasic sodium phosphate dihydrate- monobasic potassium phosphate- potassium chloride (kalium klorida)- sodium chloride (natrium klorida)- sucrose (sukrosa)- air untuk injeksi

Selain itu, vaksin Pfizer ini juga berisikan kandungan MRNA, yakni singkatan dari Messenger Ribonucleic acid dan hadir di semua sel hidup secara alami. Definisi mRNA adalah ia bertindak sebagai pembawa pesan yang membawa informasi dan instruksi yang tertanam dalam DNA.

Vaksin berisi mRNA itu menggunakan potongan kecil kode genetik COVID-19 untuk mulai memproduksi virus di dalam tubuh. Ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mengenali virus sebagai benda asing di dalam dirinya.

Setelah langkah ini dilakukan, sistem kekebalan tubuh akan dapat mengenali virus sebagai benda asing dan menyerangnya dengan membentuk antibodi. Bagian utama dari vaksin mRNA COVID-19 baru dari Pfizer adalah untaian kurir pembawa Asam Ribonukleat.

Kendati demikian, kandungan tersebut ampuh memberi perlindungan hingga 95 persen. Vaksin juga mengandung beberapa bahan tambahan, seperti garam aluminium, yang membantu meningkatkan respons sistem kekebalan terhadap virus, atau produk lain yang berfungsi sebagai pengawet dan penstabil. Pastinya, vaksin sangat aman bagi manusia. (Foto: Dok. Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00