FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Nakes Ungkap Pengalaman Pasca Disuntik Vaksin Covid-19

KBRN, Bekasi: Vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) mulai dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) Kota Bekasi, Jawa Barat.

Nakes yang juga Kepala Puskesmas Perumnas II Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Drg. Ariska Agustina menceritakan pengalamannya pasca disuntik vaksin. Sebagai Kepala Puskesmas, Ariska menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19, sebelum dua orang lainnya dari Rumah Sakit berbeda divaksinasi.

“Saya divaksin di lengan kiri atas dengan dosis 0.5 vaksin Sinovac. Gejala awal divaksin biasa ya ada pegalnya sedikit, kemudian agak kebas  tapi hampir tidak ada rasa sama sekali (saat disuntik). Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada demam, batuk, sesak atau mual sama sekali. Alhamdullillah saya sehat dan tidak ada gejala apa – apa,” kata Ariska ketika dijumpai RRI.co.id, Jumat (15/01/2021).

Lebih lanjut Ariska mengatakan, sebanyak 120 dosis vaksin Sinovac produksi Sinovac Biotech asal China telah di distribusikan ke Puskesmas Perumnas II, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

“Pada tanggal 13 januari 2021 malam, kita sudah mendapat distribusi vaksin Covid-19 produksi sinovac sejumlah 120 dosis, dan itu digunakan untuk sasaran yang sudah mendaftar via online melalui aplikasi pedulilindungi.id,” ujar Ariska.

Total nakes yang terdaftar di Puskesmas Perumnas II, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan berjumlah 111 orang, namun hal itu bisa bertambah seiiring pendaftaran ulang yang ada di aplikasi pedulilindungi.id tersebut.

“Sebanyak 120 vaksin yang kita dapatkan untuk memvaksin sasaran dalam 2 tahap jadi vaksin dengan jeda waktu 14 hari. Untuk terdaftar awalnya di sini itu 111 tenaga kesehatan, namun itu bisa bertambah karena para tenaga kesehatan yang sudah mendaftar itu diberi hak untuk memilih mau dimana dia divaksin melalui aplikasi tersebut, jadi kemungkinan untuk disini bisa lebih dari 111 tenaga kesehatan,” jelas Ariska.

Adapun pelayanan vaksinasi Covid-19 bagi para penerima vaksin di Puskesmas Perumnas II ini, menurut Ariska juga harus melewati empat meja. Alur 4 meja ini telah tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor hk.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Jadi di meja pertama yakni pendaftaran dan verifikasi ada dua orang petugas, kemudian di meja kedua itu screening ada empat orang petugas terdiri dari dokter, perawat, dan bidan. Sementara di meja ketiga itu proses vaksin nah disini ada 6 vaksinator untuk menyuntikan vaksin. Dan terakhir di meja 4 itu tugasnya untuk pelaporan dan observasi ada 4 orang petugas, jadi setelah divaksin si penerima vaksin tersebut tidak boleh langsung pulang, harus menunggu 30 menit untuk dilakukan observasi,” tandas Ariska.

Pemerintah Kota Bekasi telah menerima sebanyak 14.060 vaksin Covid-19. Pemerintah daerah telah menetapkan sebanyak 120 fasilitas layanan kesehatan sebagai tempat vaksinasi. Diantaranya 46 rumah sakit, 42 pusat kesehatan masyarakat dan 32 klinik. Adapun sasaran pertama setelah pejabat pemerintah adalah para tenaga kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00