24 Persen Masyarakat Indonesia Masih Ragu Divaksinasi

Ilustrasi

KBRN, Jakarta: Anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. Soedjatmiko, mengatakan, Covid-19 merupakan penyakit tak pandang bulu. 

"Yang meninggal 60,4 persen di rentang umur 19 sampai 59 tahun, ini umur yang rentan karena mereka aktif di luar rumah dengan berjualan, bermain, dan segala aktivitas lainnya," ujarnya dalam Dialog Produktif KPCPEN, Rabu (2/11/2020). 

Soedjatmiko menuturkan vaksinasi merupakan langkah yang aman dan umum dilakukan di dunia, termasuk di Indonesia.

Meski demikian, Soedjatmiko mengungkapkan, masih ada sebagian masyarakat yang ragu untuk divaksinasi.

"Survei ITAGI bersama Kementerian Kesehatan menyebutkan, 64 persen orang Indonesia sudah mau divaksinasi dan 24 persen masih ragu. Yang ragu mudah-mudahan menjadi yakin pada saat vaksin ini diumumkan nanti, agar mau divaksinasi supaya terlindung dari penularan COVID-19, sakit, dan kematian," tuturnya.

Sembari menunggu vaksin, Ia pun mengajak masyarakat untuk terus patuh melaksanakan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun). Di samping itu pemerintah juga terus melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) dalam upaya memutus rantai penularan.

"Ayo kita cegah COVID-19 dengan 3M dan 3T, tapi harus ditambah dengan vaksinasi yang memiliki cakupan 70 persen, maka diharapkan penularan akan terhambat, pandemi melambat, dan ekonomi akan meningkat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00