Kenali Bahaya Minyak Sayur Bagi Kesehatan

Ilustrasi

KBRN, Jakarta: Minyak sayur memang kerap kali menjadi salah satu pilihan banyak orang ketika menggoreng makanan. Bahkan, minyak sayur juga sering dijadikan sebagai salah satu komposisi untuk membuat saus, margarin, ataupu mayonaise.

Namun siapa sangka jika banyak ahli kesehatan menyarankan untuk mengganti penggunaan minyak sayur dengan pilihan lain. Mengapa demikian? pasalnya, minyak sayur kaya lemak tidak jenuh ganda yang bisa memicu berbagai penyakit. 

Lemak tidak jenuh ganda tersebut termasuk pada lemak buruk yang bisa menyebabkan percepatan pertumbuhan sel kanker, pembekuan darah, dan peningkatan peradangan dalam tubuh. Bahkan beberapa riset menunjukan, bahwa minyak sayur dapat mengubah kolesterol baik (HDL) menjadi kolesterol jahat (LDL). 

Akibatnya, tubuh berisiko tinggi mengalami penyakit penyakit jantung, penyakit autoimun, penyakit neurodegeneratif, dan bahkan kanker. Dalam penelitiannya, ahli nutrisi Dr. Joseph Hibbeln dari National Institutes of Health juga mengatakan minyak sayur kaya akan lemak omega 6 dan rendah omega 3. Padahal nyatanya konsumsi lemak omega 6 yang berlebihan dan lemak omega 3 yang kurang bisa memicu berbagai penyakit berikut: 

  1. penyakit jantung 
  2. diabetes tipe 2 
  3. kegemukan 
  4. sindrom metabolik atau pra-diabetes 
  5. sindrom iritasi usus 
  6. sindrom radang usus 
  7. degenerasi makula (kerusakan mata dan kebutaan) 
  8. artritis reumatoid 
  9. asma 
  10. kanker 
  11. gangguan kejiwaan 
  12. penyakit autoimun. 

Selain itu, minyak sayur yang digunakan untuk memasak seringkali telah terhidrogenasi karena harganya murah dan umur simpan yang lebih lama. Minyak yang telah mengalami proses hidrogenasi biasanya bisa memicu masalah kesehatan berikut: 

1. Mengganggu keseimbangan kadar gula 

Beberapa penelitian menunjukkan minyak sayur terhidrogenasi bisa mengganggu keseimbangan kontrol gula darah. Pasalnya, minyak yang mengalami proses hidrogenasi juga mengandung lemak trans. 

Riset yang meneliti hampir 85.000 wanita menemukan konsumsi lemak trans berlebihan berisiko besar mengalami diabetes tipe 2. Konsumsi lemak trans berlebihan juga bisa meningkatkan risiko resistensi insulin. Padahal, hormon insulin sangat penting dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah. 

2. Meningkatkan peradangan 

Riset juga membuktikan kandungan lemak trans dalam minyak nabati bisa memicu peradangan di tubuh. Padahal, peradangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker. 

3. Membahayakan kesehatan jantung 

Lemak trans dalam minyak nabati juga bisa membahayakan kesehatan jantung kita. Riset menunjukan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) sekaligus menurunkan kolesterol baik HDL (baik), yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung. Asupan lemak trans yang tinggi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00