Waspadai Gangguan Kejiwaan saat Pandemi COVID-19

Sahabat Jiwa Binaan Puskesmas Watu Kenong, Mojokerto

KBRN, Surabaya: Pandemi COVID-19 yang melanda dunia bisa membawa dampak pada stresor krisis kejiwaan mental. Tatanan yang banyak berubah menjadikan siapapun bisa mengalami gangguan mental.

Menurut dokter Ika Nur Faridah setiap ada perubahan, bagi orang yang mengalami kerentanan bisa mengalami gangguan jiwa.

"Jadi yang duulunya sekolah tatap muka sekarang di rumah, yang dulu bekerja juga dirumah, terus teknologi berubah, segala aktifitas berubah, biasanya nongkrong sekarang dibatasi, itu menjadi kerentanan stresor," ungkap Ika Nur Faridah kepada RRI, Sabtu (24/10/2020).

Ia menjelaskan penyebab ganguan jiwa multifaktorial, banyak aspek yang mempengaruh kondisi kejiwaan seseorang baik kondisi biologis, psikologis, sosial, kultural dan spritual 

"Itu semua bisa berpengaruhi pada kondisi kejiwaan seseorang, kalau biologis bisa ada kerentanan didalam treat keluarga bisa berpengaruh, secara psikologis bisa dipengaruhi polah asu output nya ciri kepribadian seseorang, kemudian masalah sosial, kultural dan spiritual itu jadi salah satu pencetus," terangnya.

Bagi Ika, ketakutan akan suatu perubahan merupakan reaksi normal. Dalam kondisi pandemi sekarang ini seseorang harus mengimbanginya dengan kegiatan atau aktifitas yang bermanfaat semisal berolahraga.

"Jadi fisiknya dia dapat, bergerak sehingga sel-sel nya akan lebih sehat, secara psikologis bisa percaya diri," paparnya.

Dijelaskan Ika, setiap orang bisa mengalami gangguan jiwa dan siapapun bisa terjangkit. Gangguan jiwa lanjut nya sama dengan penyakit lainnnya, sehingga menjaga kondisi kesehatan utama termasuk tidak gampang stres

"Siapapun bisa mengalami gangguan jiwa, kondisi penyakit siapapun bisa terjangkit. Sama dengan penyakit stroke atau darah tinggi semua bisa terkena," paparnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00