Pria Garut Ternyata Tak Ragu Vasektomi

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Uung Kusmana, di Garut. Kepesertaan KB untuk pria, ternyata meningkat tajam di sana (Dok. Istimewa/BKKBN)

KBRN, Bandung: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada Kabupaten Garut atas keberhasilannya memenuhi target kepesertaan KB untuk pria.

Kabarnya kepesertaan pria dalam KB di Garut mencapai 225 persen dari target yang dicanangkan.

“Ayah (Uung Kusmana) secara khusus datang ke Kabupaten Garut untuk menyampaikan apresiasi kepada para motivator KB pria yang sudah berhasil mengajak para suami untuk menjadi peserta KB. Dalam hal ini KB metode operasi pria (MOP) atau vasektomi. Peran aktif para motivator ini sukses mengantarkan capaian luar biasa Kabupaten Garut. Pokoknya keren pisan,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Uung Kusmana di Garut, Rabu (21/10/2020).

Dirinya mengutarakan, pencapaian kepesertaan KB pria ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya berencana (keluarga berencana) di Jawa Barat sudah semakin terbuka.

Dan diharapkan ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan “Indonesia Bebas Stunting” seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berencana.

BACA JUGA: Majalengka Darurat HIV/AIDS, Ratusan Warga Terinfeksi

Ayah Uung, sapaan akrab Kepala Perwakilan BKKBN Jabar itu menjelaskan, selama ini masyarakat lebih mengetahui jika pengguna KB itu hanya bisa dilakukan oleh wanita saja.

Padahal pria pun bisa, dengan menggunakan MOP atau Vasektomi, dimana KB pria ini dilakukan untuk mengatasi resistensi wanita terhadap alat ataupun obat kontrasepsi.

“Banyak di antara pasangan usia subur sebenarnya ingin ber-KB. Sayangnya, sejumlah perempuan memiliki resistensi terhadap alat dan obat kontrasepsi. Sebagai solusinya, para suami itulah yang seharusnya ber-KB. Nah, para motivator ini peran di situ. Mereka mendorong para suami untuk menjadi ayah bijak dengan mau menjadi menjadi peserta KB. Terlebih karena pada umumnya para motivator KB pria ini adalah akseptor KB juga. Dengan begitu, mereka bisa sharing pengalaman selama menjadi peserta KB. Bukan hanya ngadongeng,” jelasnya.

Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya manfaat KB ini, diharapkan mampu menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan, angka kematian ibu akibat melahirkan, hingga stunting.

“Ayah berharap dan meyakini serta mengajak kepada masyarakat Jawa Barat untuk turut berperan aktif dalam Bangga Kencana, sebagai upaya bersama tidak hanya BKKBN untuk menekan angka kelahiran tidak direncanakan, ibu meninggal akibat melahirkan, dan stunting. Karena tidak bisa dipungkiri sampai saat ini persoalan itu menjadi permasalahan krusial yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan bangsa, terlebih sampai saat ini angka stunting di Indonesia masih sangat tinggi berada di atas 30 persen,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00