Penanganan dan Komplikasi Infeksi COVID-19

Ilustrasi virus Corona (Dok. Istimewa/Ilustrasi)

KBRN, Jakarta: Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. 

Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan disarankan melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan beberapa langkah untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus Corona, yaitu:

1. Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan

2. Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita

3. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup

4. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

BACA JUGA: Penularan COVID-19 dan Diagnosa Dokter

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

1. Pneumonia (infeksi paru-paru)

2. Infeksi sekunder pada organ lain

3. Gagal ginjal

4. Acute cardiac injury

5. Acute respiratory distress syndrome

6. Kematian

Seperti diketahui, virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. 

Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. 

BACA JUGA: Tingkat Kematian dan Semua Gejala Terinfeksi Covid-19

Virus ini dapat menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). 

BACA JUGA: Rontgen Thorax, Tujuh Penyakit Besar Termasuk Covid-19

Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Selanjutnya : Kematian dan Gejala

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00