Perawat di RSUD Cibabat Jalani Swab Test

ANTARA FOTO/Fauzan/wsj/ilustrasi

KBRN, Cimahi : Ratusan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Cimahi menjalani Swab Test, Selasa (11/8/2020) menyusul ditemukannya belasan  karyawan terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Swab Test yang dilaksanakan usai liburan Idul Adha atau lebaran haji.

Swab test berlangsung di selasar Gedung C Komplek RSUD CIbabat sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 10.00 WIB, dengan melibatkan petugas dari rumah sakit Cibabat serta dari Dinas Kesehatan  Kota Cimahi.

"Awalnya karyawan yang menjalani Swab test ditargetkan sebanyak 400 orang, namun karyawan yang datang hanya 355 orang dan diawali oleh  perawat dari semua pelayanan IGD, ruangan dan poliklinik" ungkap Plt. Direktur Utama RSUD Cibabat Cimahi dr. Reri Marliah.

Menurutnya, kegiatan Swab Test dilaksanakan hingga Kamis lusa dengan total sasaran mencapai 1.000 orang yang terdiri dari dokter, tenaga medis dan pekerja lainnya yang diharapkan bisa mencapai seratus persen.

"Walaupun pelayana poliklinik tutup, namun masih ada  masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit. Umum mereka datang untuk mengambil obat kronis, obat DOT, sama obat Jiwa. Kita sudah koordinasi untuk obat fdc itu dirujuk ke Puskesmas, kalau untuk obat kronis sama obat  jiwa kita masih melayani di depan sama apotiknya yang  diluar,' ujarnya.

Sedang untuk sakit lainnya kata Reri, pasien dapat berobat ke puskesmas dan rumah sakit type C yang ada di Cimahi, seperti Mitra Kasih, Mita Anugerah Lestari , Avisiena dan RS Dustira Cimahi.

Menyinggung sampai kapan pelayanan poliklinik dan rawat jalan di RSUD Cibabat dibuka,  Reri mengatakan, hal itu belum dapat dipastikan mulai kapan karena pihaknya masih menunggu hasil Swab Test Seluruh karyawan rumah sakit.

Sementara untuk melayani pasien yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit Cibabat, penugasan perawat dilakukan secara bergiliran karena pelayanan pasien tetap dilanjutkan sampai pasien sembuh,

"Sekarang  masih ada 127 pasien yang menjalani rawat inap, sedang untuk pengaturan makanan pasien digunakan jasa layanan katering dari luar karena tidak boleh mengolah sendiri. Makanan hanya diantar sampai gerbang, langsung diterima oleh petugas rumah sakit," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00