Cara Bijak Konsumsi Daun Kelor

Sayur Daun Kelor siap disantap dengan nasi putih dan lauk lainnya (RRI/Miechell)

KBRN, Jakarta: Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae, yang tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, serta tahan kondisi panas ekstrim.

Tanaman yang berasal dari daerah tropis dan subtropis Asia Selatan ini di Indonesia, umum digunakan sebagai pangan dan obat-obatan.

Untuk pangan, Daun Kelor dapat dibuat sayur segar. Di Bekasi, biasa dicampur dengan rebung maupun pelepah pisang, kemudian dimasak tidak terlalu banyak santan.

Berikan cabai merah sebagai pemberi rasa pedas, lalu sajikan sayur daun kelor dalam keadaan panas.

Tapi ada satu syarat untuk makan sayur daun kelor. Harus langsung dimakan di bawah pukul 15.00 WIB (menjelang sore).

Katanya berbahaya jika sudah terlalu sore baru dimakan. Karena walaupun banyak manfaatnya, namun daun kelor juga punya efek samping negatif bagi tubuh manusia.

Untuk efek positifnya, dapat dijabarkan menjadi:

1. Memberikan nutrisi untuk tubuh 

Daun kelor adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Dalam sekitar 20 gram daun kelor yang telah dipotong-potong, terkandung nutrisi sebagai berikut: 

Protein: 2 gram 

Vitamin B6: 19% dari rekomendasi konsumsi harian 

Vitamin C: 12% dari rekomendasi konsumsi harian 

Zat besi: 11% dari rekomendasi konsumsi harian 

Riboflavin (vitamin B2): 11% dari rekomendasi konsumsi harian 

Vitamin A: 9% dari rekomendasi konsumsi harian 

Magnesium: 8% dari rekomendasi konsumsi harian 

Sayur daun kelor (RRI/Miechell)

2. Kaya akan antioksidan 

Antioksidan berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Kadar radikal bebas yang terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit seperti diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit jantung. 

3. Membantu menurunkan kadar gula darah Daun kelor juga disebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Sayangnya, belum banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat daun kelor dalam hal ini. 

4. Membantu meredakan peradangan Daun kelor mengandung isotiosianat, yang merupakan zat antiperadangan. Sehingga, tumbuhan ini dipercaya dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di tubuh. 

5. Menurunkan kolesterol Manfaat daun kelor yang disebut dapat membantu menurunkan kolesterol, membuatnya menjadi incaran banyak orang. Pada daun kelor, efek penurun kolesterolnya disebut mirip dengan almond dan oats. 

6. Melindungi tubuh dari keracunan arsen Pada penelitian yang dilakukan di hewan uji, daun kelor disebut dapat melindungi tubuh dari racun arsenik, yang tidak jarang bisa masuk ke tubuh melalui kontaminasi makanan dan air. 

7. Membantu mengatasi kanker Manfaat daun kelor lain yang tak kalah hebat adalah kemampuannya dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini membuat daun kelor juga berguna dalam membantu kemoterapi lebih efektif. 

8. Baik untuk daya ingat Kandungan antioksidan serta zat-zat kimia yang ada dalam daun kelor, dipercaya dapat meredakan stres dan peradangan di otak. Hal ini membuatnya baik untuk meningkatkan daya ingat. 

9. Baik untuk jantung Ekstrak daun kelor, disebut berpotensi mengatasi dislipidemia, salah satu jenis penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh. 

10. Mencegah anemia Kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalam daun kelor membuatnya dipercaya dapat membantu mencegah anemia. Meski begitu, penelitian lebih jauh masih perlu dilakukan untuk memastikan manfaat daun kelor ini. 

11. Berpotensi mengatasi infeksi bakteri Ekstrak daun kelor, juga dipercaya dapat membantu meredakan infeksi yang terjadi akibat bakteri. Pasalnya, tanaman ini mengandung bahan yang bersifat antimikrobial, sehingga mampu memusnahkan bakteri, terutama bakteri berjenis gram positif. 

12. Dipercaya baik untuk wanita menopause Daun kelor yang dikonsumsi dalam bentuk bubuk, dipercaya dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan pada wanita yang telah mengalami menopause. Pada usia menopause, kadar antioksidan di tubuh memang akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat daun kelor tersebut. 

13. Baik untuk anak yang malnutrisi Salah satu manfaat daun kelor yang belum banyak diketahui adalah kemampuannya dalam membantu meningkatkan berat badan pada anak-anak dengan malnutrisi. Manfaat ini bisa didapat dengan mengonsumsi bubuk kelor selama dua bulan secara teratur.

Kemudian untuk efek negatifnya, dapat dijabarkan menjadi:

1. Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu manfaat daun kelor yang dipercaya masyarakat adalah mampu menurunkan tekanan darah berkat kandungan antioksidan yang ada di dalamnya.

Manfaat ini juga dapat menjadi bahaya daun kelor yang perlu diwaspadai. Kandungan alkaloid dalam tanaman kelor disebut-sebut dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini dapat diartikan bahwa konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan bagi Anda yang memiliki kondisi tekanan darah rendah.

2. Memperlambat Detak Jantung

Kondisi detak jantung lambat disebut juga dengan bradikardia, di mana jantung berdenyut kurang dari 60 denyut per menit.

Selain dapat menurunkan tekanan darah, kandungan alkaloid dalam daun kelor juga dapat memperlambat detak jantung apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Belum diketahui berapa banyak alkaloid dalam daun kelor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Namun sebagai antisipasi, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun kelor dalam jumlah banyak atau ekstrak daun kelor apabila memiliki gangguan irama jantung.

3. Hipoglikemia

Tanaman kelor memiliki sifat antiglikemik, artinya tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Apabila tidak dikontrol, efek antiglikemik dapat berlebihan dan dapat menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. Hipoglikemia ditandai dengan gejala seperti irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, dan kesemutan di sekitar mulut.

Apabila menggunakan tanaman kelor sebagai pengobatan untuk diabetes, maka diharuskan untuk mengontrol gula darah secara teratur. Pemeriksaan gula darah secara teratur ini bertujuan untuk menurunkan risiko menurunnya kadar gula darah secara berlebihan.

4. Diare

Bahaya daun kelor yang harus diwaspadai selanjutnya adalah menyebabkan diare.

Daun kelor memiliki efek laksatif atau pencahar, sehingga berpotensi menyebabkan atau memperburuk diare. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya hindari konsumsi daun kelor sementara waktu.

Daun kelor lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi ketika Anda mengalami kesulitan buang air besar atau biasa disebut dengan sembelit.

5. Kerusakan Hati dan Ginjal

Kerusakan hati dan ginjal merupakan salah satu efek samping daun kelor yang berbahaya.

Penggunaan obat-obatan tertentu untuk jangka panjang memang umumnya dapat memicu kerusakan pada organ tertentu dalam tubuh, terutama hati dan ginjal. Penelitian pada hewan telah membuktikan bahwa konsumsi jangka panjang dari daun kelor juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Pemeriksaan fungsi ginjal dan hati harus dilakukan secara rutin untuk setiap orang yang menggunakan tanaman kelor maupun herbal lainnya sebagai pengobatan.

6. Berbahaya bagi Kandungan

Efek samping satu ini bukan merupakan efek samping daun kelor, melainkan bagian tanaman kelor lainnya.

Bunga, kulit pohon, dan akar tanaman kelor dipercaya memiliki komponen yang dapat menyebabkan keguguran. Kandungan beberapa fitonutrien dalam daun kelor dapat menyebabkan kontraksi pada rahim.

Maka dari itu, konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan selama kehamilan. Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, selalu diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal dan obat-obatan lainnya.

7. Alergi

Banyak orang yang menggunakan daun kelor sebagai masker alami untuk wajah, karena daun ini dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kecantikan.

Cara Konsumsi Daun Kelor

Selain mengaplikasikan daun, banyak juga yang menggunakan minyak daun kelor sebagai perawatan kulit. Apabila muncul efek samping daun kelor untuk wajah seperti ruam atau gatal, sebaiknya tidak melanjutkan penggunaan tanaman kelor sebagai skin care Anda.

Reaksi ini dapat menandakan bahwa Anda memiliki alergi terhadap tanaman ini. Selain tidak untuk digunakan di kulit, tentunya alergi terhadap tanaman ini juga membuat Anda tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi daun kelor.

Konsumsi daun kelor pada dasarnya relatif aman. Hal inilah yang membuat banyak masyarakat Indonesia menjadikan daun kelor sebagai konsumsi sehari-hari. Daun ini biasa diolah dengan cara ditumis atau dijadikan sayur bening.

Bagian tanaman kelor yang jelas harus dihindari adalah akarnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akar daun kelor beracun. Sedangkan bagian-bagian lain hanya berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Meskipun dapat dikatakan aman, namun konsumsi daun kelor sebaiknya tidak berlebihan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Apabila setelah makan daun kelor atau penggunaan daun kelor muncul efek negatif, segera hentikan konsumsinya. Apabila kondisi tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter.

Penggunaan ekstrak daun kelor juga harus diperhatikan. Gunakan obat herbal ini sesuai dosis dan aturan yang disarankan. Jangan pernah menggunakannya untuk jangka panjang, karena seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Kebanyakan manfaat dari tanaman kelor juga kemungkinan belum teruji secara klinis dan membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya. Berhati-hatilah dalam menggunakan tanaman kelor maupun herbal lainnya sebagai obat.

Itu dia informasi tentang bahaya daun kelor yang perlu untuk diwaspadai. Memiliki banyak manfaat bukan berarti tidak memiliki efek samping. Tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan maupun obat herbal meskipun manfaatnya banyak dipercaya masyarakat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00