Kemenkes Tingkatkan Cakupan Imunisasi Anak 

Arsip Foto - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani meninjau pelayanan imunisasi selama BIAN 2022 di posyandu di Kota Surabaya. (Foto: Diskominfo Surabaya)

KBRN, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen meningkatkan cakupan imunisasi anak di Indonesia pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, upaya meningkatkan imunisasi anak dalam dua tahun terakhir terdampak pandemi Covid-19.

"Saat era Covid, imunisasi pada anak-anak terutama imunisasi dasar dan wajib agak tertunda, sehingga cakupan kita sangat kurang," kata Syahril dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Senin (8/8/2022).

Untuk itu, setelah upaya vaksinasi Covid-19 mereda, pihaknya mengejar vaksin wajib untuk anak-anak ini. 

Diketahui, Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan tahap kedua, yang dilaksanakan di seluruh wilayah Jawa dan Bali. 

"Tentu saja ada dua yang dilakukan dalam bulan imunisasi anak ini, yakni imunisasi kejar dan imunisasi tambahan," kata Syahril menjelaskan.

Imunisasi kejar adalah pemberian imunisasi kepada anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai dengan usia, yaitu usia 12 bulan sampai 59 bulan. 

Vaksin yang diberikan adalah vaksin Campak Rubella yang menyasar usia 9 sampai 59 bulan, serta imunisasi kejar pada anak usia 12 sampai 59 bulan yang belum lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib-nya.

Tahap pertama BIAN telah dilaksanakan sejak 18 Mei 2022 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Kementerian Kesehatan menambah tiga varian baru vaksin dalam program imunisasi dasar anak. Ketiga varian vaksin baru tersebut yakni HPV untuk pencegahan kanker serviks bagi para ibu, PCV untuk pneumonia pada balita, dan Rotavirus untuk pencegahan diare pada Balita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar