Pemerintah Diminta Pertimbangkan Pengetatan Aturan Covid-19

Ilustrasi Virus Covid-19. Foto: ( Dok. Antara )

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina meminta Pemerintah mempertimbangkan pengetatan kembali aturan pembatasan Covid-19 guna antisipasi penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah mulai banyak ditemukan di berbagai daerah.

Sekaligus perlunya memastikan semua fasilitas kesehatan di daerah sudah siap apabila terjadi skenario terburuk yang menyebabkan munculnya gelombang baru Corona.

"Pemantauan harus diperketat, dan siapkan langkah mitigasi jika kasus Covid-19 terus merangkak naik," kata Arzeti kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022). 

Di sisi lain, Politisi PKB ini mengingatkan masyarakat selalu mewaspadai penyebaran virus Covid-19. Ia meminta masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas, khususnya di tempat-tempat yang melibatkan banyak orang.

"Intinya kita sendiri yang bisa memutus mata rantai pandemi ini. Mari bersama terus disiplin protokol kesehatan demi menuju masyarakat endemi," jelasnya. 

Lebih jauh, Arzeti mengatakan, setiap upaya pencegahan harus dilakukan secara optimal. Apalagi berdasarkan keterangan Satgas Penanganan Covid-19, kenaikan kasus saat ini mencapai 104% dengan penambahan lebih dari 1.000 kasus dalam 6 hari berturut-turut.

"Pemerintah harus terus melakukan akselerasi vaksin Covid-19, termasuk booster bagi masyarakat. Percepatan vaksinasi anak juga harus dilakukan sehingga daya tahan tubuh masyarakat meningkat di tengah meningkatnya ancaman penyebaran Covid-19," pungkasnya. 

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 2.069 orang pada Jumat (24/6/2022), sehingga total kasus positif Covid-19 mencapai 6.076.894 orang. Ada tambahan lima orang yang meninggal sehingga total menjadi 156.711 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 998 orang yang sembuh sehingga total menjadi 5.906.969 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara kasus aktif atau orang yang masih dirawat naik 1.066 menjadi 13.214 orang, dengan jumlah suspek mencapai 4.436 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar