MUI: Vaksin Covid-19 Covovaxmirnaty India Haram

Vaksin Covid-19.. Dokumentasi Istimewa.jpg

KBRN, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt bernama Covovaxmirnaty haram. Predikat haram disematkan MUI lantaran dalam tahapan produksinya, ditemukan ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi.

Untuk itu, MUI memberikan enam rekomendasi terkait program vaksinasi Covid-19. Pertama, pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

"Kedua, pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal," tulis rekomendasi seperti dikutip dalam laman resmi MUI Online, Jumat (24/6/2022).

Ketiga, lanjut rekomendasi tersebut, pemerintah harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal. Keempat, pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

"Kelima, pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar)," begitu bunyi lanjutan rekomendasi MUI.

Terakhir, MUI mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istigfar, istigasah, dan bermunajat kepada Allah.

Diketahui, Fatwa Nomor 10 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan. Serta Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda pada 7 Febuari 2022 lalu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar