Bio-Farma Dukung Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin

Ilustrasi - Pekerja memberikan label pada vaksin di laboratorium PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ws.

KBRN, Jakarta: Perusahaan BUMN, Bio Farma mendukung Indonesia menjadi pusat produksi vaksin virus Covid-19 di kawasan Asia Tenggara setelah ditunjuk WHO. Bio Farma selama ini sudah mempunyai pengalaman untuk memproduksi vaksin Covid-19.

"Sebetulnya untuk produsen vaksin ini Bio Farma sudah mempunyai pengalaman.  Kita sudah 132 tahun dalam membuat vaksin. Jadi bukan sekarang ketika Covid-19 tetapi vaksin-vaksin yang ketika wabah terkait kita sudah memproduksi ya. Nantinya ketika ada teknologi baru atau diminta untuk mengembangkan vaksin kita sudah siap," kata Head of Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa (21/6/2022).

Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjuk Indonesia sebagai salah satu negara penerima transfer teknologi pembuatan vaksin Covid-19  berbasis Messanger Ribonucleic Acid (mRNA).

Vaksin dengan platform mRNA tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan. Tapi, memakai komponen genetik yang direkayasa supaya mirip virus tertentu. Komponen genetik ini dimasukkan ke dalam tubuh untuk memicu antibodi tubuh manusia.

Terkait hal itu, Iwan menjamin pengembangan teknologi pembuatan vaksin Covid-19  berbasis Messanger Ribonucleic Acid (mRNA) tidak akan memakan waktu terlalu lama.

"Sebetulnya sekarang ini untuk pengembangan vaksin untuk yang new technology ini tidak terlalu lama. Kalau dulu kan pengembangan vaksin bisa sampai 15 tahun ya. Dengan new technology ini, ada beberapa jenis vaksin sudah kita kuasai, maka dengan mRNA ini bisa lebih cepat lagi," ucap Iwan.

Berdasarkan data, PT Bio Farma punya kapasitas produksi lebih dari 3.2 miliar dosis vaksin per tahun. Dan memproduksi 14 jenis vaksin yang sudah dikirim ke lebih dari 150 negara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar