Pemerintah Targetkan Penurunan Angka Kematian Jemaah Haji

Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji. (Foto: Pixabay/ Odien)

KBRN, Jakarta: Pemerintah menargetkan menurunkan angka kematian jemaah haji menjadi 1 permil atau sekitar 1 kematian per 1.000 jemaah haji pada tahun ini.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengatakan, dalam kurun 15 tahun terakhir nyaris tidak ada penurunan angka kematian jamaah haji Indonesia yang signifikan, sebesar 2 per mil per tahunnya. Dengan kuota jamaah sekitar 220 ribu, maka terdapat sekitar 300-400 jemaah yang meninggal per tahunnya.

“Dua penyakit penyebab kematian tertinggi adalah kardiovaskuler dan respiratory disease. Namun ada faktor lain, kelelahan menjadi faktor utama penyebab kematian Jemaah,” ujar Budi dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (18/5/2022).

Untuk itu, pihaknya meminta para petugas kesehatan haji, untuk mengedepankan fungsi edukasi dan promotive. Khususnya kepada jemaah haji yang sudah memiliki komorbid dan masuk sebagai Jamaah haji risiko tinggi.

“Dengan begitu kondisi fisik mereka terjaga, sehingga mudah mudahan kondisi Kesehatan jamaah pun bisa terjaga sampai nanti pulang ke tanah air,” ucap Budi.

Budi mengungkapkan, petugas kesehatan haji telah dibekali dengan Rencana Operasional (Renops) penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2022 untuk menjalankan tugas di tanah suci. 

Dimana dalam Renops, petugas Kesehatan dibagi menjadi tujuh tim yang terdiri dari Tim Surveilans, Emergency medical team, Tim Promosi Kesehatan, Tim Mobile Bandara, Tim Sanitasi dan Food security, Tim Logistik dan bekal Kesehatan, serta Tim Kantor Kesehatan Haji Indonesia.

Renops merupakan petunjuk bagi petugas dalam bekerja. Setiap tim sudah memiliki tugas, fungsi dan tanggung jawab masing masing, dan keterkaitan antar tim kerja. Sehingga, tim dapat bekerja lebih optimal dalam rangka mencapai target tujuan pelayanan kesehatan haji

“Contoh untuk Renops tim surveilans, day by day harus ada laporan audit kematian mulai dari penyebab dan lain-lain sehingga dapat tergambar dengan baik, terlebih saat mendekati critical period” tutupnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah menetapkan kuota haji Indonesia tahun 2022 sebanyak 100.051 orang. Terdiri atas 92.825 kuota jamaah haji regular, 7.226 kuota jamaah haji khusus dan 1.901 kuota petugas. Kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022 ke Madinah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar