FOKUS: #PPKM

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, 93 Persen Level 1-2

Sejumlah warga berolahraga di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (27/3/2022). Libur akhir pekan pada saat penerapan PPKM Level 2 di Ibu Kota dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk berolahraga dan berekreasi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

KBRN, Jakarta: Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdasarkan level di wilayah Jawa dan Bali. 

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mayoritas kabupaten/kota di Jawa dan Bali saat ini berada di level 1 dan 2. Sebagian kecil yang masih menerapkan PPKM level 3, dan tidak ada daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

"Sebanyak 93 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali sudah berada pada level 1 dan 2. Hanya tersisa 9 kabupaten/kota yang masih di level 3," kata Menko Luhut dalam keterangan pers hasil rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Negara, Senin (4/4/2022).

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan 

Luhut yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) ini  mengungkapkan, situasi penanganan pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali juga sudah terkendali. Hal itu berdasarkan pada penurunan kasus positif yang kini sudah menurun 97 persen dibanding puncak kasus varian Omicron.

Menurutnya, jumlah kasus aktif juga menurun 83 persen bahkan saat ini, kasus Covid-19 yang aktif tak sampai 100 ribu kasus.

"Hal lain yang menggambarkan bahwa kondisi Covid-19 varian Omicron cukup baik terlihat dari turunnya rawat inap rumah sakit hingga 85 persen. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit saat ini yang hanya 6 persen, hingga positivity rate dibawah standar WHO  yakni 4 persen. Jumlah orang yang meninggal pun turun tajam hingga 88 persen dibandingkan puncak kasus omicron yang lalu," tambahnya.

Ia menyatakan, dengan terkendalinya varian Omicron di Jawa-Bali menyebabkan terjadinya pemulihan ekonomi.

"Meski sempat menurun, tetapi pemulihan ekonomi Indonesia dapat bangkit dengan cepat dan menunjukkan tren yang sangat positif sejak akhir Februari," ungkapnya.

"Hal ini dapat terlihat dari indeks belanja dari Mandiri institute yang kembali meningkat di semua wilayah bahkan wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai tingkat tertinggi sejak pandemi melanda," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar