Omicron Sulit Dibedakan: Jika Sakit, Segera Testing

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada siswa SDN Gebang Raya 2, Kota Tangerang, Banten, Rabu (12/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada siswa tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di sekolah setelah dimulainya pembelajaran tatap muka kapasitas kelas 100 persen. ANTARA FOTO/Fauzan/YU .jpg

KBRN, Jakarta:  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, gejala  Covid-19 varian Omicron sulit dibedakan dengan gejala batuk atau flu biasa.

Untuk itu, ia menghimbau masyarakat segera melakukan tes jika merasakan gejala tersebut.

"Mengingat gejala Omicron yang ringan dan sulit dibedakan dengan batuk atau flu biasa, Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan testing bila merasakan gejala tersebut, tidak pergi ke area publik, atau melakukan isolasi mandiri jika terdapat gejala seringan apapun," kata Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/01/2022).

Selain itu, dengan terjadinya kenaikan kasus yang cukup signifikan, pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah keparahan semakin buruk. Salah satunya dengan mendorong akselerasi vaksin umum dan booster bagi seluruh masyarakat.

"Pemerintah juga meminta agar masyarakat yang sudah memiliki tiket vaksin ketiga atau booster, agar langsung melakukan suntik vaksinasi di gerai-gerai yang telah disiapkan oleh pemerintah," ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Belum Terpikir Terapkan PPKM Darurat/Lockdown

Selain itu, pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis kedua untuk umum dan lansia, terutama di provinsi/kabupaten yang belum memenuhi jumlah capaian dosis vaksinasi. 

Saya mohon kepada seluruh kepala daerah dan pimpinan wilayah daerah-daerah yang dosis 2 umum dan lansia masih di bawah rata-rata pemerinta, untuk mempercepat vaksinasi supaya memberikan perlindungan lebih terhadap varian Omicron," ujarnya.

Menko Luhut pun kembali menegaskan, bahwa sistem kesehatan Indonesia hari ini sudah cukup siap dalam menghadapi Omicron.

Namun menurutnya, langkah-langkah bijak dari segenap masyarakat dengan mentaati protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah, merupakan faktor utama mencegah keparahan yang terjadi.

"Saya terus mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga agar kasus dari varian Omicron ini tetap rendah dengan terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan menggunakan Peduli Lindungi. Hanya melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa dengan saling mengingatkan dan tidak saling egois terhadap segala bentuk pengabaian protokol kesehatan ini, kita dapat menyelesaikan permasalahan pandemi ini," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar