Kasus Omicron Melonjak, Ketahui 3 Rekomendasi Masker 

Ilustrasi masker (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Kasus Omicron di Indonesia saat ini tengah mencapai angka ratusan, hal ini tentu membuat banyak orang mengusahakan pencegahan Covid-19 bagi dirinya maupun keluarga.

Salah satu cara yang harus di fokuskan untuk menghindari penyebaran varian Omicron yakni penggunaan masker. Maka dari itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menyarankan tiga jenis masker yang masih efektif melawan COVID-19 varian Omicron.

Salah satunya dengan mengizinkan penggunaan masker kain, tetapi dengan syarat harus dengan dua lapis. Lalu apa saja masker yang efektif untuk menangkal penyebaran virus Covid-19 varian Omicron, berikut tiga rekomendasi masker yang dirangkum dari Kementerian Kesehatan RI, Jumat (21/1/2022).

1. Masker dobel (penggunaan masker bedah, dilapisi dengan masker kain)

Ilustrasi Pemakaian Masker Bedah dan Kain (foto:istimewa)

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa masker bedah dapat menghalangi partikel udara yang berpotensi menularkan virus Corona sebanyak 84,3%. 

Namun, ketika didobel dengan masker kain, perlindungannya bisa meningkat hingga 96,4%.

Jadi untuk pemakaian masker dobel yang benar bukanlah masker medis yang ditambah dengan masker medis lagi, tapi masker medis yang ditambah masker kain.

Masker bedah menjadi tidak efektif karena masker bedah biasanya terpasang longgar dan masih menyisakan celah di atas hidung dan di pipi. Akibatnya, masih ada partikel udara maupun droplet yang bisa masuk dari celah ini.

2. Masker N95

Ilustrasi Masker N95 (foto:istimewa)

Maker N95 digunakan sebagai perlindungan pernafasan bagi pemakai dari partikel-partikel biologis seperti bakteri dan virus dari udara, sehingga dapat membantu mencegah penularan penyakit infeksi saluran pernafasan.

Masker N95 ini juga dapat menyaring hingga 95 persen partikel yang sangat kecil (0,3 mikron). Jika digunakan dengan benar, kemampuan penyaringan masker N95 dapat melampaui fungsi masker jenis lain, karena dapat menyaring partikel yang sangat kecil. 

Agar fungsinya tetap optimal, masker N95 harus diganti setiap 8 jam sekali. Namun, jika sebelum 8 jam masker sudah robek, basah, atau kotor, segera buang masker dan ganti dengan yang baru.

3. Masker KN95 

Ilustrasi Masker KN95 (foto:Istimewa)

KN95 sebetulnya terkait erat dengan N95, tetapi hanya yang terakhir yang disetujui untuk digunakan dalam pengaturan medis di Amerika Serikat (AS). 

Alasannya cukup sederhana: N95 adalah standar AS, sementara KN95 adalah standar Cina. Keduanya dinilai dapat menyaring 95 persen partikel yang sangat kecil.

Topeng KN95 terlihat sangat mirip dengan N95 pada pandangan pertama, tetapi memiliki jahitan di bagian tengah yang memungkinkan untuk melipat topeng menjadi dua. Masker menggunakan loop telinga untuk menggunakannya.

Masker KN95 bekerja mirip dengan masker N95, tetapi tidak diatur oleh organisasi yang sama. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang kemanjuran masker KN95 dalam pengaturan bedah. 

Dalam sebuah analisis, ditemukan bahwa hingga 70 persen penutup wajah yang diimpor dari luas AS tidak memenuhi standar untuk efektivitasnya. Meski begitu, masker KN95 tetap lebih baik daripada masker bedah atau masker kain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar