FOKUS: #VAKSIN COVID

Kabupaten Tangerang Terima 90.000 Dosis Vaksin Booster

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada seorang aparatur sipil negara (ASN) saat vaksinasi booster COVID-19 di Puspem Kota Tangerang, Tangerang, Banten, Selasa (18/1/2022). Sebanyak 4000 ASN di lingkungan Pemkot Tangerang mengikuti vaksinasi booster atau dosis ke- 3 di hari pertama pelaksanaan vaksinasi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendapat 90 ribu dosis vaksin booster dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Vaksin itu bakal prioritas diberikan kepada para lansia dan kelompok rentan lainnya. 

"Kita untuk vaksin booster dapat dari provinsi sebanyak 90 ribu. Vaksin yang terpakai oleh lansia sampai saat ini baru sekitar dua ribu," ujar Hendra Tarmizi, Juru Bicara Penanganan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Tangerang kepada RRI.co.id, Selasa (18/1/2022). 

Hendra menjelaskan, karena minat dari kelompok lanjut usia (Lansia) untuk mendapatkan vaksin booster sangat sedikit, pihaknya pun mengikuti kebijakan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, untuk memberikan kepada umum. 

Hal itu, lanjutnya, bertujuan agar proses vaksin booster tidak terhenti dan terus berjalan dengan menggunakan dosis vaksin 90 ribu. 

"Sebenarnya vaksin ini prioritasnya untuk lansia. Namun pada saat pelaksanaan vaksin ternyata minat lansia sangat sedikit. Akhirnya kebijakan kita vaksin itu dipakai untuk usia 18 tahun ke atas," katanya. 

Hendra mengaku, banyaknya kendala yang membuat rendahnya vaksinasi ke lansia, lantaran banyak dari kelompok tersebut belum mendapatkan tiket untuk menerima vaksin.

Selain itu, kata Hendra, ada juga kendala administrasi yang harus diperbaiki. 

"Ada juga mereka yang disuntik dengan usia 59 tahun dan boosternya sudah 60 tahun, sehingga mereka tidak masuk dalam kelompok lansia dan itu harus diperbaiki administrasinya," ungkapnya. 

Hendra menambahkan, pihaknya telah melaksanakan door to door ke para lansia untuk memberikan vaksin booster.

"Karena mereka itu memang susah untuk didatangi, sehingga kita lakukan secara door to door," ucap dia. 

Hendra mejelaskan, vaksin jenis Pfizer harus segera disuntikkan ke masyarakat, pasalnya masa ketahanannya hanya satu bulan setelah diterima dari pendistribusian.

Sehingga, pihaknya memutuskan vaksin itu digunakan juga untuk usia 18 tahun ke atas dengan sasaran pelayan publik seperti aparatur sipil negara (ASN) dan guru. 

"Jadi kita kalau hanya menunggu lansia saja itu takutnya keduluan kadaluarsa," ucap dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar