Ribuan Pedagang Pasar Antusias Dapat Vaksin Booster

Ketua Umum Asparindo menyebut ribuan pedagang pasar antusias dapatkan vaksin booster. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asparindo Joko Setiyono dalam Webinar Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga pada Selasa (18/01/2002). Foto : Youtube Katadata Indonesia

KBRN, Jakarta: Lebih dari 9000 pedagang pasar di Indonesia sangat antusias menunggu giliran guna mendapatkan vaksin booster.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia, Y Joko Setiyanto mengatakan, para pedagang pasar tersebut antusias mendapatkan vaksin booster, khususnya setelah mereka mendapatkan vaksin primer yaitu vaksin dosis pertama dan kedua.

"Sudah pada bertanya (para pedagang). Saya bilang, tunggu Kementerian Kesehatan, karena vaksinasi awal, kerja sama antara Kemenkes dengan Asparindo," kata Joko dalam webinar bertema Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga, pada Selasa (18/01/2022).

Menurut Joko, kesadaran pedagang pasar mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 karena sosialisasi yang dilakukan secara terus menerus. Melalui sosialisasi, edukasi terhadap masyarakat pasar bahwa vaksinasi mencegah sakit Corona berjalan efektif.

"Sosialisasi juga melalui poster yang paling mengena dan menohok di masyarakat. Saya setuju dengan poster bertuliskan 'Vaksin Mencegah Sakit dan Mati karena Corona'. Di masyarakat harus lebih jelas, tidak perlu ditutup-tutupi Corona tidak berbahaya. Corona sangat bahaya. Kalau mereka harus mendapat informasi bahwa jika tidak divaksinasi berbahaya untuk kesehatan dan jiwa," ujar Joko lebih lanjut.

Terkait vaksin booster, Asparindo membuat poster bertuliskan "Ayo Ikut Vaksin Booster, Kita Pasti Menang". Poster ini disebut penting di pasar dengan pertimbangan vaksin booster sebagai langkah mengakhiri pandemi Covid-19 sesegera mungkin.

"Kami terus menunggu," papar Joko.

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin booster masih diprioritaskan untuk kelompok lanjut usia, kelompok yang memiliki komorbid, dan ibu hamil. "Untuk booster masih dibatasi. Vaksinasi booster diberikan kepada lansia, masyarakat dengan komorbid, dan ibu hamil. Yang lain menunggu giliran sesuai strategi pemerintah," kata Siti Nadia.

Vaksinasi booster, menurut Nadia dilakukan untuk meningkatkan efektivitas vaksin yang menurun. Ia menjelaskan, terdapat fakta mengapa infeksi omicron dilihat sebagian besar tidak bergejala atau ringan, hal itu terjadi karena imunitas bekerja, yaitu imunitas antibodi dan imunitas sel.

"Imunitas sel akan bertahan lama di tubuh. Suatu saat ada materi virus baru maka antibodi merespons melalui mekanisme imunitas seluler. Imunitas antibodi terlihat ada penurunan setelah 6 bulan, karena ditambah varian virus bertambah dengan varian-varian maka kita melakukan vaksinasi booster," tuturnya.

Saat ini, terdapat 126 negara yang akan melakukan booster. Vaksin itu difokuskan untuk tiga kelompok yaitu tenaga kesehatan, lansia, dan memiliki kelainan imunitas.

Meski vaksinasi booster telah dilakukan, menurut Siti Nadia, pemerintah masih berupaya menyelesaikan vaksinasi primer yaitu dosis pertama dan kedua. Pekerjaan Rumah utama pemerintah saat ini adalah vaksinasi lansia. Data lansia yang telah mendapat vaksinasi sejumlah 70%, dari jumlah itu baru 45% atau 10 juta yang mendapat dosis lengkap.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar