Kasus Omicron Mencapai 840 Kasus

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan kasus omicron mencapai 840 (Foto:Screenshoot Youtube Katadata Indonesia)

KBRN, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total virus corona varian Omicron di Indonesia mencapai 840 kasus hingga 17 Januari 2022. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan jumlah yang dilaporkan pada Senin (17/1/2022) meningkat 268 dibandingkan yang tercatat pada Rabu (12/1/2022) yakni 572. 

Menurutnya, dari jumlah 840 kasus Omicron yang telah tercatat, sebanyak 174 kasus merupakan transmisi lokal.  

"Saat ini sudah ada 840 kasus positif Omicron. Probable masih 1.800-2.000 kasus dimana transmisi lokal ada 174 kasus," kata Nadia dalam webinar bertajuk Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga, yang dipantau dari Youtube Katadata Indonesia, Selasa (18/1/2022).

Selain transmisi lokal, jumlah kasus pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 609.  Adapun pelaku perjalanan luar negeri yang terbesar dari Arab Saudi yaitu 112 kasus. 

"Kemudian, sebanyak 106 kasus berasal dari Turki yang didominasi oleh wisatawan," ungkapnya.

Selanjutnya, 62 kasus merupakan pelaku perjalanan dari Amerika Serikat, 49 kasus berasal dari Malaysia, 45 kasus dari Uni Emirat Arab, dan 23 kasus dari Singapura.

Di luar itu, masih ada 57 kasus yang masih dalam tahap penelitian guna memastikan apakah berasal dari transmisi lokal atau pelaku perjalanan luar negeri. 

Lebih lanjut Nadia menambahkan dari 840 kasus, sebanyak 79% di antaranya telah vaksinasi dosis lengkap. Meski begitu, kasus yang telah divaksin memiliki gejala yang lebih ringan, namun Nadia mengingatkan bahwa orang yang telah divaksin pun bisa kembali terkena Omicron.

"Ini jadi kewaspadaan kita karena orang yang sudah divaksin saja masih bisa kena Omicron," ujarnya.

Tambahan kasus Omicron itu, lanjutnya, terjadi seiring dengan adanya peningkatan mobilitas di akhir tahun. Bahkan, kenaikan mobilitas masih terjadi hinga akhir minggu ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar