Antisipasi Puncak Covid-19, Strategi Khusus Disiapkan

Seorang tenaga kesehatan mengikuti Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021). HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun ini bertemakan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/Pool/YU

KBRN, Jakarta: Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 dr Alexander Ginting menyebut telah menyiapkan strategi yang disiapkan untuk mengatasi jika terjadi puncak Covid-19. 

"Ada beberapa strategi yang disiapkan, mulai dari penguatan protokol kesehatan dan pengetatan mobilitas," kata Alexander kepada Pro 3 RRI, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, PPKM di tingkat desa harus diaktifkan serta membangun kewaspadaan. 

"Tingkat waspada harus dibangun, sampai individu rumah tangga, rumah sakit sudah siap, farmasi, oksigen, dan dokter spesialis," tambahnya.

Masyarakat pun diimbau untuk terus patuh dengan protokol kesehatan, menjauhi kerumunan, dan kontak tracing tetap aktif.

Bed Occupation Rate (BOR) menurutnya masih dalam situasi terkendali.

"Jakarta belum di atas 20 persen, bagaimana kasus non Covid juga harus disiapkan, strategi ini pun harus diimplementasikan, kontak tracing, rasio kontak erat," katanya.

Puncak gelombang pandemi Covid-19 varian Omicron di Indonesia dipredikasi bakal terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan pada konferensi per hasil rapat terbatas evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).

Untuk itu Luhut meminta masyarakat untuk kompak dan bersiap menghadapi hal-hal yang kemungkinan terjadi di periode tersebut.

Salah satunya mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan membatasi pertemuan yang tidak terlalu mendesak.

“Saya tidak lelah mengingatkan seluruh masyarakat agar taat dan mematuhi protokol kesehatan. Kelalaian dan kecerobohan sekecil apapun yang timbul akan mengulang pengalaman kelam di masa lalu,” kata Luhut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar