FOKUS: #CORONA

Omicron Jakarta 725 Kasus, 75 Persen PPLN

Warga mengenakan masker saat melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kemenkes memprediksi puncak penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron akan terjadi pada awal atau pertengahan Februari 2022. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

KBRN, Jakarta: Warga DKI Jakarta yang positif terpapar virus Covid-19 varian Omicron terus bertambah.

Menurut data yang diinformasikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, angka per hari ini, Sabtu (15/1/2022) pagi, sudah tembus 725 kasus.

"Data yang kami dapatkan sampai pagi ini sudah terlaporkan ada 725 kasus positif Omicron, dimana 75 persen adalah PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) sebanyak 545 dan 180 adalah transmisi lokal atau 24,8 persen," kata Widyastuti di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (15/1/2022).

Ia menjelaskan, dari kasus terkonfirmasi Omicron, sebagian besar berasal dari usia produktif.

Mereka terpapar karena masih melakukan mobilitas di lokasi kerja yang bersangkutan.

Kendati demikian, sekitar 95 persen kasus konfirmasi positif Omicron ditemukan tanpa gejala, sisanya bergejala ringan.

Dinkes DKI menegaskan, bahwa sampai saat ini belum ada pasien kasus positif Omicron dengan gejala berat atau sampai bahkan meninggal dunia.

"Sebagian besar hampir 95 persen itu tanpa gejala, lain-lainnya gejala ringan. Sampai sekarang tidak ada yang berat atau sampai wafat karena Omicron," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar