FOKUS: #PPKM

Puluhan Sanitarian Pelajari Pengolahan Limbah B3 Medis

Sekitar 50 pimpinan Puskesmas dan Sanitarian se-Tangerang yang tergabung dalam HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) mengunjungi perusahaan pengolah limbah Berbahaya Beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Jumat (10/12/2021). Diketahui, kunjungan ahli kesehatan dan paramedis puskesmas se-Tangerang tersebut untuk melakukan studi lapangan tentang pengolahan limbah B3 khususnya limbah medis. (Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Bogor: Sekitar 50 pimpinan Puskesmas dan Sanitarian se-Tangerang yang tergabung dalam HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) mengunjungi perusahaan pengolah limbah Berbahaya Beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Jumat (10/12/2021). 

Diketahui, kunjungan ahli kesehatan dan paramedis puskesmas se-Tangerang tersebut untuk melakukan studi lapangan tentang pengolahan limbah B3 khususnya limbah medis.

Kegiatan tersebut diawali dengan mendengarkan penjelasan General Manager Sales & Marketing PPLI, Yurnalisdel di Gedung Training Center PPLI tentang pengolahan limbah B3. 

Selanjutnya pihak PPLI mengajak para Sanitarian kunjungan lapangan melihat proses pengolahan limbah B3 dan pemanfaatan teknologi pemusnah limbah B3 terbesar di Indonesia, Insinerator berkapasitas 50 ton per hari.

Ketua HAKLI Tangerang, Suparman, berharap, dengan studi lapangan ini seluruh anggota HAKLI yang merupakan para sanitarian dari sejumlah rumah sakit negeri dan swasta serta puskesmas se-Kabupaten Tangerang memahami alur pengelolaan limbah B3 secara komprehensif. 

"Selama ini hanya tahu dari modul dan teori. Disini bisa lihat langsung," ujar Suparman kepada RRI.co.id dan wartawan lainnya di Tangerang, Jumat (10/12/2021). 

Sedangkan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Deden Suharya, mengaku para tenaga kesehatan penting mengetahui pengelolaan limbah B3 agar tidak sembarangan dalam memperlakukan limbah tersebut. 

"Benar-benar bisa menerapkan SOP dengan baik, paham resikonya dan dapat menjelaskan alur pengelolaan limbah B3 medis secara komprehensif," ungkap Deden.

Yang ikut serta dalam studi lapangan ini lanjut Deden lebih komprehensif dari semua stakeholder, baik unsur pemerintah maupun swasta. 

"Sejak 2018, Pemkab Tangerang sudah bekerjasama dengan PPLI dalam pengelolaan limbah B3. Tapi ini pertama kali kita bawa semua unsur yang berkaitan melakukan studi lapangan ke sini (PPLI)," ungkapnya.

Pihaknya mengaku percaya bagaimana PPLI mengelola secara profesional limbah B3 yang dititipkan sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Tangerang.

Merespon kedatangan para ahli kesehatan dari Kabupaten Tangerang, General Manager Sales dan Marketing PPLI, Yurnalisdel, mengatakan, pihak akan menunjukkan kepada Sanitarian bagaimana alur pengolahan limbah B3. Media di PPLI. 

"Dan ini termasuk pemanfaatan insinerator raksasa berkapasitas 50 ton perhari. Teknologi termal asal Jepang ini yang terbaik dalam memusnahkan limbah medis saat ini," ujar Yurnalisdel. 

Kedatangan stakeholder untuk melakukan studi lapangan ke PPLI tersebut bukan yang pertama kali. 

"Sebelumnya ada dari kehakiman, kepolisian, kejaksaan dan tim Penegakan Hukum KLHK. Kami bersyukur PPLI jadi rujukan segenap stakeholder terkait pengelolaan limbah B3. Kita akan terus tingkatkan profesionalitas pengelolaan limbah B3," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar