Waktunya Ngopi, Kafein Bikin Mata Lebih Awas

(University of Waterloo)

KBRN, Waterloo: Penelitian yang mengeksplorasi efek kafein pada keterampilan visual dinamis menemukan bahwa kafein meningkatkan kewaspadaan dan akurasi deteksi pada target bergerak. Kafein juga meningkatkan waktu reaksi peserta.

"Banyak hal yang terjadi di sekeliling kita adalah bergerak -- seperti mencoba menyeberangi persimpangan yang ramai saat menjadi pejalan kaki atau menemukan sesuatu di rak saat Anda berjalan melewati lorong toko kelontong," kata Dr. Kristine Dalton dari Waterloo's Sekolah Ilmu Optometri & Visi. 

"Menguji ketajaman visual dalam kondisi dinamis dapat memberikan lebih banyak informasi tentang kinerja fungsional kita dalam skenario ini dibandingkan pengukuran ketajaman visual statis tradisional saja."

Ketajaman visual, juga dikenal sebagai kejelasan visi atau ketajaman penglihatan, mengacu pada kemampuan seseorang untuk mendeteksi dan mengenali detail kecil dan dapat diukur dalam kondisi statis (tidak bergerak) atau dinamis (bergerak). 

Sementara ketajaman visual statis dan dinamis memberikan informasi penting tentang bagaimana kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita, keterampilan ketajaman visual dinamis sangat penting dalam banyak aktivitas sehari-hari di mana kita, atau objek di sekitar kita bergerak.

"Meskipun kita sudah tahu bahwa kafein meningkatkan kecepatan gerakan mata, kami ingin menyelidiki lebih lanjut bagaimana tepatnya kafein meningkatkan pemrosesan visual dan memfasilitasi deteksi rangsangan visual bergerak dengan menguji ketajaman visual yang dinamis," kata rekan penulis Beatríz Redondo dari Departemen Optik Universitas Granada., seperti dikutip dari University of Waterloo, Kamis (2/12/2021).

Selama dua hari terpisah, setengah dari peserta penelitian menelan kapsul kafein (4mg/kg) sementara separuh lainnya menelan kapsul plasebo. Menggunakan tes berbasis komputer yang dirancang dan divalidasi di University of Waterloo, keterampilan ketajaman visual dinamis setiap peserta diukur sebelum dan 60 menit setelah konsumsi kafein.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang telah menelan kapsul kafein menunjukkan akurasi yang lebih besar secara signifikan dan kecepatan yang lebih cepat ketika mengidentifikasi rangsangan bergerak yang lebih kecil, menyimpulkan kafein secara positif memengaruhi pemrosesan stimulus dan pengambilan keputusan peserta. 

Kecepatan gerakan mata dan sensitivitas kontras, yang terlibat dalam kinerja ketajaman visual yang dinamis, juga sensitif terhadap asupan kafein.

"Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi kafein sebenarnya dapat membantu fungsi visual seseorang dengan meningkatkan kewaspadaan dan perasaan terjaga," kata Dalton. 

"Ini terutama berlaku untuk tugas sehari-hari yang kritis, seperti mengemudi, mengendarai sepeda, atau berolahraga, yang mengharuskan kita memperhatikan informasi terperinci dalam objek bergerak saat membuat keputusan."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar