Hari HIV/AIDS Sedunia, Begini Cegah Penularannya

Ilustrasi (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Human Immunodeficiency Virus atau HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menyerang siapa saja di segala kalangan usia. 

Hingga saat ini, upaya mencegah penularan HIV dan AIDS masih menjadi salah satu isu kesehatan utama di seluruh dunia. Maka dari itu, penting juga bagi anda untuk mengetahui cara pencegahan HIV dan AIDS yang efektif.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tahun 2020 ini, ada sekitar 1.5 juta orang yang terinfeksi HIV, bahkan ada sekitar 37.7 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV.

Ketika HIV masuk ke dalam tubuh, virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh, berikut dengan sel darah putih yang berperan penting dalam sistem imun. Semakin banyaknya darah putih yang dihancurkan, maka sistem kekebalan tubuh akan semakin lemah. 

Sementara diketahui, sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HIV. Namun, penularan HIV dapat dicegah dengan konsep “ABCDE”, yakni:

Baca Juga: Hari Aids Sedunia, Ini Hoaks Tentang HIV

1. A (Abstinence)

Bagi yang belum menikah, tidak melakukan hubungan seks di luar nikah adalah langkah yang paling tepat untuk menghindari paparan HIV.

2. B (Be Faithful)

Bersikaplah saling setia kepada satu pasangan seks. Hindari perilaku berganti-ganti pasangan untuk meminimalisir kemungkinan penularan HIV.

3. C (Condom)

Gunakan kondom yang baru tiap berhubungan seks, baik melalui vagina maupun melalui dubur. Bila memilih kondom berpelumas, pastikan memilih pelumas yang berbahan dasar air. 

Hindari kondom dengan pelumas yang berbahan dasar minyak, karena dapat membuat kondom bocor.

4. D (Drug No)

Menghindari penggunaan narkoba, terutama melalui jarum suntik, bisa mencegah seseorang terinfeksi HIV. Selain itu, menghindari berbagi pakai jarum suntik juga dapat mencegah infeksi virus hepatitis B.

5. E (Education)

Pemberian informasi yang benar mengenai HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, dapat membantu mencegah penularan HIV di  masyarakat.

Bagi anda yang berisiko tinggi terinfeksi HIV tetapi terkonfirmasi negatif, dokter dapat memberikan obat pre-exposure prophylaxis (PrEP). Pada pria, prosedur sunat juga dinilai dapat mengurangi risiko infeksi HIV.

Selain itu, bentuk pencegahan HIV AIDS yang paling utama adalah dengan mengetahui cara penularan HIV AIDS. Sayangnya, ada banyak mitos dan teori tentang penyebaran penyakit ini yang ternyata salah kaprah. 

Aktivitas seks berisiko, seperti hubungan seks vaginal, seks oral, atau seks anal tanpa kondom, adalah jalur penularan HIV/AIDS yang paling umum. Namun, anda bisa saja tertular penyakit ini dari hal-hal lain yang tidak pernah diduga sebelumnya.

HIV dapat pula ditularkan melalui kontak darah dengan darah dan kontak langsung antara selaput lendir maupun luka yang terbuka dengan cairan tubuh, seperti darah, ASI, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi. Misalnya mulut, hidung, vagina, rektum, dan bukaan penis.

Pada intinya, penularan penyakit HIV disebabkan karena adanya pertukaran cairan tubuh antara orang yang terinfeksi dengan orang yang sehat. Maka dariitu, menghindari serta mewaspadai berbagai cara penularan HIV ini dapat menjadi langkah pencegahan HIV yang pertama kali harus dilakukan.

Dalam mengupayakan tindak pencegahan HIV dan AIDS, sebaiknya Anda menghindari kontak dengan cairan yang meliputi:

  • Sperma dan cairan pra-ejakulasi
  • Cairan vagina
  • Lendir rektal
  • ASI
  • Cairan ketuban, cairan serebrospinal, dan cairan synovial (biasanya hanya terekspos jika Anda bekerja di bidang medis)

Namun, anda tidak bisa pernah tahu pasti siapa yang memiliki HIV karena tidak ada stereotip khusus. Di samping itu, beberapa orang bahkan tidak mengetahui jika ia telah terinfeksi HIV.

Untuk pencegahan HIV, lebih baik hindarilah menyentuh darah atau cairan tubuh milik orang lain jika memungkinkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar