Hari Aids Sedunia, Ini Hoaks Tentang HIV

Ilustrasi (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Hari ini tepat di tanggal 1 Desember, diperingati sebagai hari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) atau Hari AIDS Sedunia. 

Penyakit yang dikenal banyak menyerang sistem kekebalan tubuh ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tahun 2020 ini, ada sekitar 1,5 juta orang yang terinfeksi HIV, bahkan ada sekitar 37,7 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV.

HIV sendiri sampai saat ini masih menjadi salah satu epidemi terbesar di dunia saat ini. AIDS pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat (AS) pada 1981. 

Hingga saat ini masih banyak pasien ODHA maupun ODHIV mendapat perlakuan diskriminatif dari para tenaga kesehatan. Bahkan, masih banyak pula issu tidak menyenangkan yang datang dari berbagai kalangan di dalamnya. 

1. Makanan Kalengan Impor Sebar Virus HIV-Aids 

Pesan ini berisikan informasi bahwa para pekerja positif HIV-AIDS tempat makanan tersebut dibuat, memasukkan darah mereka ke dalam makanan kalengan tersebut. 

Pesan ini beberapa kali viral, padahal BPOM sudah pernah mengklarifikasi bahwa pesan ini tidak benar. Faktanya, Virus HIV mudah mati di luar tubuh manusia. Selain itu, makanan kaleng juga melewati proses sterilisasi sehingga virus mudah mati.

2. Virus HIV menular lewat ciuman.

Faktanya, salah. Virus HIV tinggal di sel T, salah satu bagian sel darah putih manusia. Sel ini ada di semua cairan tubuh manusia dalam jumlah yang berbeda. Paling banyak ada di dalam darah, kemudian cairan vagina, cairan semen atau mani serta ASI.

Virus memang ada di air liur, air mata dan keringat tapi jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak cukup untuk menularkan virus HIV.

3. HIV/AIDS bisa ditularkan melalui pakaian bekas.

HIV/AIDS hanya dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, dan ASI. Beberapa penularannya dapat melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian (terutama untuk NAPZA), hubungan seks yang tidak aman, dan pemberian ASI dari ibu ke anak.

4. Virus HIV dimasukkan ke dalam pembalut.

Penyebaran virus HIV termasuk yang paling marak menjadi materi penyebaran hoax. Pengguna pembalut ditakut-takuti dengan adanya info virus HIV di dalam pembalut.

Pada faktanya, virus HIV membutuhkan induk atau inang agar dapat bertahan hidup. Pembalut tidak bisa menjadi inang bagi virus HIV.

5. Interaksi dengan ODHIV/ODHA Bisa Tertular

Interaksi dengan ODHIV maupun ODHA tidak akan membuat Anda tertular HIV. Tindakan menjauhi ODHIV/ODHA sangat tidak manusiawi.

Prinsip penularan HIV adalah virus masuk lewat cairan tubuh tertentu yakni, darah, air mani, cairan vagina, cairan atau lendir anorektal (anus dan usus besar), dan ASI.

6. ODHIV tidak boleh punya anak karena pasti tertular

Saat ini, banyak ODHIV/ODHA hidup seperti orang-orang pada umumnya bahkan berkeluarga dan memiliki anak dengan negatif HIV.

Saat virus di tubuh ibu dinyatakan tidak terdeteksi (viral load undetected), ibu tidak akan menularkan ke anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar