Varian Omicron, PTM Terbatas Harus Lebih Waspada

PTM Terbatas (Foto:Istimewa)

KBRN, Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan lingkungan pendidikan untuk lebih waspada dan hati-hati pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah varian baru virus corona B11529 atau varian Omicron dan ancaman covid-19 gelombang ke tiga.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso meminta kepada lingkungan sekolah dan masyarakat bahwa vaksinasi covid-19 menjadi salah satu syarat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di samping penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Namun pelaksanaan PTM terbatas bukan ranah kami (IDAI), termasuk tetap dilaksanakan tanpa vaksinasi bukan keweanangan IDAI. Kami  hanya merekomendasikan agar bisa dilakukan PTM, anak-anak diimunisasi covid-19 terlebih dahulu," kata Piprim dalam Media Briefing dengan tema: Dukungan Multisektoral untuk Kejar Imunisasi secara virtual, Senin (29/11/2021).

Menurut Piprim, pemberian vaksinasi pada anak tentu harus diiringi dengan pelaksanaan protokol kesehatan dan adanya peraturan yang jelas.

Selain itu, ruang kelas lebih terbuka (sirkulasi udaranya) serta tidak boleh ada siswa atau pendidik yang sakit. Jika ada yang bergejala, lanjutnya, harus langsung dilakukan tracing dan treatment agar penularan tidak terjadi.

Oleh karena itu, IDAI menyarankan agar pemerintah juga memerhatikan perlu adanya imunisasi anak selain covid-19. Alasannya, jika hanya fokus pada imunisasi covid-19 dan imunisasi wajib lainnya tertunda maka akan mengurangi imunitas anak.

IDAI meminta dukungan dari semua stakeholder dan IDAI cabang untuk sama-sama menyukseskan imunisasi Kejar di samping imunisasi covid-19 agar anak Indonesia bisa tumbuh optimal dan tidak terpapar covid-19.

Di kesempatan yang sama, Ketua UKK Infeksi & Penyakit Tropis IDAI Anggraini Alam mengatakan pelaksanaan PTM di tengah ancaman gelombang 3 dan varian omicron adalah dengan harus melaksanakan protokol kesehatan yang memiliki efektivitas dalam mencegah penularan covid-19 sangat efektif.

"Vaksinasi bukan satu-satunya hal yang bisa mencegah infeksi covid-19. Jadi protokol kesehatan ini kita pegang secara disiplin. Mudah-mudahan dengan adanya pandemi ini membuat anak dan orang tua lebih disiplin," tandas Anggraini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar