WNI dari 11 Negara Dikarantina 14 Hari

Suasana Bandara Soetta, Tangerang

KBRN, Tangerang: Warga negara Indonesia (WNI) yang pernah mengunjungi 11 negara terlarang masih diperbolehkan masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta. 

Adapun 11 negara itu adalah Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Zambia, Angola dan Hongkong. 

"Yang jelas WNI masih bisa diperkenankan masuk ke Indonesia," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno Hatta, Darmawali Handoko, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan, meski masih diizinkan masuk, WNI yang mengunjungi 11 negara itu wajib karantina kesehatan selama 14 hari. 

"WNI yang dari 11 negara tersebut, dia akan dikarantina lebih lama, yakni selama 14 hari," sambung dia. 

Sebelum menjalani karantina kesehatan, lanjutnya, seluruh WNI yang tiba dari luar negeri turut diwajibkan menjalani tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Tes PCR juga wajib dijalani oleh para WNA yang tiba dari luar negeri. 

Jika ditemukan penumpang dari luar negeri yang positif Covid-19, KKP akan mengirimkan spesimennya untuk diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). 

"Yang positif, kami akan kirimkan spesimennya ke Litbangkes untuk di-genome sequencing," ucapnya. 

Adapun kewajiban soal karantina kesehatan dan wajib tes PCR itu dilakukan berdasar ketentuan yang tercantum dalam surat edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. 

Peraturan itu dibuat menyusul terdetekainya virus Covid-19 varian B.1.1.529 alias Omnicron di berbagai negara. 

Diberitakan sebelumnya, warga negara asing (WNA) berasal dari 11 negara atau sempat mengunjungi 11 negara itu dan telanjur masuk Indonesia melalui Bandara SoekarnobHatta, Tangerang  akan langsung dideportasi mulai Senin (29/11/2021). 

Adapun 11 negara itu adalah Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Zambia, Angola dan Hongkong. 

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno Hatta, Darmawali Handoko mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu memeriksa paspor seorang WNA sebelum mendeportasi mereka. Pemeriksaan itu dilakukan bersama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta. 

KKP dan Imigrasi, sambung Darmawali, akan memeriksa paspor milik seorang WNA apakah mereka berasal dari 11 negara yang dilarang. Mereka juga diperiksa apakah pernah mengunjungi ke-11 negara itu. 

"Kami akan melihat apakah memang ada riwayat perjalanan atau pernah tinggal di 11 daerah (negara, Red) yang tidak boleh masuk ke Indonesia," ujarnya kepada rri.co.id.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar