Kemasan Pangan Berbahan BPA Tidak Ganggu Kesehatan Bayi-Janin

KBRN, Jakarta: Zat Kimia Bisfenol A (BPA) sering disamakan dengan bentuk polimernya yang ada dalam sebuah kemasan pangan.

Secara bentuk monomernya, BPA ini memang merupakan zat berbahaya yang sama dengan zat kimia lainnya yang ada dalam garam, namun dalam bentuk polimernya dalam kemasan pangan, sudah ada kepastian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa itu aman untuk digunakan.   

Kepastian keamanan kemasan pangan yang terbuat dari BPA ini juga dibuktikan dari belum adanya laporan dari para konsumen ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) maupun dokter-dokter spesialis yang dikaitkan dengan bahaya BPA ini seperti dokter anak dan kandungan.

Seperti diketahui, zat BPA ini disebutkan bisa mempengaruhi kesehatan bayi dan janin pada ibu hamil serta berisiko kanker.

Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa BPA dalam kemasan pangan itu aman untuk dikonsumsi dan belum pernah menjadi penyebab penyakit pada konsumen.

Pertama, pernyataan dari dokter spesialis anak dan kandungan yang mengaku sejauh pengalaman prakteknya belum pernah menemukan adanya penyakit pasiennya yang disebabkan karena keracunan BPA dari kemasan pangan.  

“Mayoritas pasien kanker itu disebabkan faktor turunan. Selebihnya dari faktor lingkungan yang  disebabkan zat kimia, radiasi, sinar ultraviolet atau zat karsinogen misalnya zat pewarna, atau formalin yang ada pada makanan,” kata dokter spesialis onkologi Dr. Bajuadji SpB (K) Onk. MARS, dalam keterangan, Kamis (25/11/2021).

Pada kesempatan lain, Yayasan Kanker Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga mengatakan belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker. Bahkan selain aman untuk ibu hamil, penggunaan air galon guna ulang ini juga aman dikonsumsi anak-anak balita. 

“Kalau untuk pengaduan khusus untuk wadahnya atau kemasannya, kami belum pernah menerima pengaduan dari konsumen hingga saat ini. Tapi kalau produknya, isinya, misalnya makanannya atau minumannya rusak, itu ada,” kata Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi. 

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melihat semua kemasan pangan yang sudah memiliki SNI aman untuk digunakan. Produk yang sudah memiliki logo SNI sudah melalui pemeriksaan (audit), baik dari sisi kesesuaian produk terhadap SNI yang ada maupun konsistensinya, termasuk parameter yang melindungi konsumen dari bahaya akibat penggunaan produk tersebut.

“Jadi bisa dipastikan kemasan yang sudah ber-SNI itu aman untuk kesehatan,” ucap Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal BSN, Wahyu Purbowasito.

Penjelasan BPOM RI tentang kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan air galon guna ulang yang dirilis pada 29 Juni 2021 lalu. Di sana dengan jelas BPOM mengatakan bahwa kemasan ini aman digunakan karena migrasi BPA-nya jauh di bawah batas migrasi maksimal BPA sebesar 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg) sesuai ketentuan dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00