FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Capaian KB Masih Kurang

KBRN, Jakarta: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menerima audiensi Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI). 

Ketua Umum PKMI dr.Wiryawan Permadi mengatakan capaian KB terutama kontrasepsi mantap sampai dengan saat ini perkembangannya belum terlalu baik. 

"Tidak hanya dari sisi pelayanannya namun juga konseling di lapangan selama pandemi ini makin terhambat. Kontrasepsi mantap terutama untuk wanita saat ini masih sulit dilakukan, dan membutuhkan usaha yang tinggi untuk dilakukan,” terang Wiryawan dalam rilis yang diterima RRI, Selasa (26/10/2021).

Lebih lanjut, Wiryawan menjelaskan, bahwa kontrasepsi mantap memerlukan dukungan pembiayaan dalam pelaksanaannya.

Menurutnya BKKBN tidak bisa sendirian untuk pembiayaannya dan harus didukung oleh Kementerian Kesehatan, untuk menekan biaya rumah sakit.

“Dahulu bisa free untuk pelayanan KB mantap untuk wanita, saat ini juga saya tahu sudah ada penambahan dukungan oleh BKKBN,” ujarnya.

Sementara Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan selama hampir dua tahun masa pandemi Covid 19, persoalan pelayanan KB memang mengalami kesulitan.

Kegiatan pengumpulan masyarakat seperti bina keluarga balita, lansia, remaja dan konseling mengalami kesulitan sehingga KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) menjadi lemah.

“Saat ini BKKBN sudah melakukan pengadaan ring untuk mendukung kontrasepsi mantap Tubektomi. Setelah sekian lama hampir sepuluh tahun terakhir belum bisa mengadakan ring ini, Alhamdulillah saat ini bisa terpenuhi," paparnya.

"Kemudian juga kata Hasto pihaknya telah menyediakan anggaran pembiayaan sekitar 2,7 juta untuk Metode Operasi Wanita (MOW/Tubektomi) dan juga dukungan untuk akseptor Metode Operasi Pria (MOP/Vasektomi) sekitar 300 ribu per orang, ini harapannya bisa mendorong kegiatan PKMI di masa datang,” terangnya.

Diketahui, kontrasepsi mantap merupakan kontrasepsi yang ditujukan untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama. Kontrasepsi mantap dapat dilakukan pada salah satu pasangan, dengan persetujuan dari kedua belah pihak, serta tentunya atas hasil pertimbangan yang matang. Kontrasepsi mantap menjadi pilihan terbaik bagi pasangan yang sepakat tidak lagi menambah jumlah anak (atas berbagai alasan). 

Metode kontrasepsi mantap yang dilakukan pada seorang wanita adalah Metode Operasi Wanita (MOW/Tubektomi) dan untuk pria adalah Metode Operasi Pria (MOP/Vasektomi).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar