Syarat PCR Penumpang Pesawat Satu Pulau Dipertanyakan

KBRN, Jakarta: Ahli Kesehatan Masyarakat dr Jusuf Kristianto mneyatakan setuju dan menjelaskan syarat wajib tes PCR bagi penumpang pesawat terbang melakukan perjalanan antar pulau.

Namun, kata dia, jika masih satu pulau dengan wilayah keberangkatan, dia mengatakan keberatan. 

"Kalau misalkan antar pulau, saya setuju, oke. Tapi, kalau di (pulau yang sama, red) Jawa gitu, resikonya orang-orang berbondong-bondong naik bis dan kereta," ujar Jusuf saat diwawancara Pro 3 RRI, Sabtu (23/10/2021). 

Ia mengakui dari segi tracking dan tracing pemerintah tidak gagal.

Namun, ia ikut mempertanyakan mengapa perlu tes PCR jika sudah divakasinasi lengkap dua dosis, bahkan sebagai tenaga kesehatan, dia telah mendapat vaksin tahap tiga (booster). 

Di sisi lain, Jusuf menilai pemerintah ingin meningkatkan tracing mobilitas orang-orang dengan menggunakan akurasi yang sangat tinggi, yaitu tes swab PCR. "Tetapi logikanya, misalkan kalau semua orang sudah vaksin maka dia tidak beresiko," tandasnya. 

Di samping itu, dr Tirta melalui akun twitter-nya, @tirta_cipeng, mendorong agar swab PCR menjadi alat diagnosis, dan screening hanya menggunakan swab antigen. Sebab, kata dia, penularan Corona di pesawat itu rendah.

"Kembalikan fungsi swab pcr menjadi alat diagnosa. Cukup Screening antigen saja. Karena agak aneh aja, kenapa hanya naik pesawat yang diwajibkan swab pcr. Padahal sudah beberapa sumber ilmiah yang menekankan justru penularan di pesawat itu paling rendah," tulis dr Tirta seperti dilihat RRI.co.id, Sabtu (23/10/2021).

Dia juga membandingkannya dengan bioskop yang hanya perlu vaksin dua kali. Padahal resiko penularan di bioskop cenderung tinggi. 

"Bahkan bioskop, yang risiko penularannya lebih tinggi sudah dibuka, cukup vaksin 2x dan Pedulilindungi. Sementara pesawat kudu PCR. Saya yakin netizen juga udah paham ini. Harusnya pemangku kebijakan nggak ACC kebijakan terbang harus swab pcr dulu, cukup swab antigen," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00