Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis

BPMI Setwapres

KBRN, Jakarta: Osteoporosis (penyakit tulang keropos) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia sampai saat ini.

Penyakit satu ini kerap kali mengintai kelompok lanjut usia (lansia).

Padahal, gaya hidup kekinian, terlebih dengan tren work from home (wfh) selama pandemi Covid-19, rupanya menjadi salah satu pemicu terjadinya osteoporosis pada usia muda. 

Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah.

Untuk itu, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan, Gerakan Nasional Melawan Oteoporosis harus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat di tanah air. 

"Gerakan ini tidak saja bertujuan mengobati tetapi yang lebih penting melakukan pencegahan baik dengan aktivitas olahraga maupun asupan nutrisi yang baik setiap hari," ujar Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Pencanangan Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis yang digelar secara virtual, Sabtu (23/10/2021).

Ma'ruf juga menjelaskan, berdasarkan data the World Health Organization (WHO) dan International Osteoporosis Federation (IOF), penderita Osteoporosis di dunia lebih dari 200 juta orang, dan 50 persen kejadian patah tulang disebabkan oleh Osteoporosis yang dapat memicu terjadinya kecacatan seumur hidup hingga kematian. 

"Bahkan WHO telah menyatakan Osteoporosis sebagai silent desease yang menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dunia," ujarnya. 

Sementara Prevalensi Osteoporosis di Indonesia, terang Wapres, tercatat pada perempuan usia 50-80 tahun sebesar 23 persen dan usia 70-80 tahun sebesar 53 persen. 

"Sementara untuk prevalensi patah tulang belakang ditemukan sebesar 9 persen pada perempuan dan 16 persen pada laki-laki," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Wapres, Osteoporosis di Indonesia perlu disikapi dan mendapat perhatian secara serius, mengingat Osteoporosis merupakan penyakit yang tidak hanya diderita oleh sebagian besar wanita yang telah menopause, namun juga dapat menyerang siapapun, tidak hanya lansia namun juga kelompok usia muda.

"Osteoporosis bisa dicegah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan menjaga pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin, tidak mengonsumsi alkohol, tidak merokok, mengkonsumsi nutrisi seimbang terutama yang mengandung kalsium dan vitamin D tinggi, serta deteksi dini untuk menjaga kesehatan tulang demi masa depan yang lebih produktif," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00