Galon Sekali Pakai Dianggap Cemari Lingkungan

KBRN, Jakarta: Kehadiran produk-produk baru kemasan plastik sekali pakai seperti galon sekali pakai yang dinilai akan menambah limbah plastik terhadap lingkungan kembali mendapatkan penolakan. 

Ketua Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPLI), Wisnu Simba, mengatakan selama ini tanggung jawab produsen (extended producer responsibility/EPR) terhadap produk yang mereka buat atau jual saat menjadi sampah belum dijalankan dengan baik. Dia melihat produsen hanya menjadikan EPR itu  sebagai produk PR (PR campaign) saja.  

“Artinya, EPR itu tidak dijalankan sama sekali oleh produsen. Dan seharusnya ada sanksi tegas dari pemerintah terhadap produsen yang belum menjalankan EPR itu,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (20/10/2021).

Terlebih, para produsen kemasan plastik belum banyak yang memiliki teknologi pengolahan sampah. Mereka hanya mengeluarkan saja produknya dalam jumlah banyak, tapi tidak melihat efek yang terjadi di belakangnya.  

“Mereka tidak memiliki waste program atau program pemulihan sampah plastik. Regulasinya sudah jelas, tapi produsen ini seolah-olah acuh tak acuh,” katanya. 

Hal senada juga tersampaikan oleh Kawal Lingkungan Hidup (Kawali) Indonesia yang secara tegas menolak produk baru kemasan plastik sekali pakai seperti galon sekali pakai yang bahan dasar plastiknya sulit terurai. 

Manager Advokasi dan Kampanye DPN Kawali Fatmata Juliansyah (Fati) mengatakan keberadaan kemasan plastik sekali pakai ini hanya menjadi konflik dalam penyelesaian permasalahan sampah. Bahkan, kata Fati, produsennya juga harus ikut melakukan pengawasan, jangan sampai ada sampah kemasan plastik mereka yang masuk ke TPA dan memastikan bahwa sampah mereka yang masuk ke TPA itu semua harus terurai.

“Nah, tugasnya produsen lah untuk tidak melepas tanggung jawab mereka terhadap sampahnya. Mereka harus punya program after consumer. Jadi, mau diapakan sampah dari produk yang mereka hasilkan itu,” ujar Fati.

 “Jadi, siapa yang menghasilkan sampah, mereka lah yang harus bertanggung jawab,” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan ada bahaya kemasan plastik ini bagi lingkungan karena adanya mikroplastik serta bahan plastik yang sulit terurai dan tidak bisa dimakan mikroba. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00