FOKUS: #PPKM MIKRO

Bali Dibuka Internasional, Masyarakatnya Diingatkan Tetap Prokes

Wisatawan mengunjungi objek wisata Tanah Lot pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Tabanan, Bali, Sabtu (9/10/2021). Objek wisata di Pulau Dewata tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik setelah kasus COVID-19 melandai dan menjelang dibukanya kembali Pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada 14 Oktober 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

KBRN, Jakarta: Bertepatan dengan mulai dibukanya Kedatangan Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman), Gubernur Bali, Wayan Koster mengemukakan, dirinya bersama Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali beserta jajaran, serta Bupati/Wali Kota seluruh Provinsi Bali, sepakat untuk tetap memberlakukan PPKM dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, agar Pandemi Covid-19 Pulau Dewata tetap dapat dikelola dengan baik guna mencegah terjadinya peningkatan kasus baru.

"Kami mengimbau semua pihak terkait dan masyarakat Bali agar dengan tertib dan disiplin," ujar Wayan Koster dalam konferensi pers resmi mengenai Persiapan Pembukaan Wisatawan Mancanegara ke Bali, di Denpasar, seperti dikutip RRI.co.id, Kamis (14/10/2021).

Seluruh masyarakat Bali ditekankan untuk mematuhi serta melaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 18 Tahun 2021, yaitu: 

a. Menaati dan melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat serta bebas Covid-19 dengan 6 M: Memakai masker standar dengan benar, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi bepergian, Meningkatkan imun, dan Menaati aturan.

BACA JUGA: Bali Dibuka Internasional, Begini Aturan Buat Turis

b. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara konsisten dalam setiap aktivitas yang rawan kerumunan dan ruang tertutup.

c. Bagi Krama Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik pertama atau suntik kedua, terutama Krama lanjut usia, komorbid, dan difabel, agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi resiko penularan Covid-19.

d. Bagi Krama Bali yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti Tracing yang dilaksanakan oleh Aparat TNI dan POLRI.

e. Bagi Krama Bali yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera melakukan testing Swab berbasis PCR.

f. Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dilarang melakukan isolasi mandiri dirumah, agar tidak menular kepada keluarga. Sementara bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke Rumah Sakit Rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri.

g. Perlu dipahami, bahwa banyak kasus baru muncul karena belum vaksinasi, banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing Swab PCR, baru masuk ke Rumah Sakit dalam kondisi sudah parah sehingga sangat membahayakan nyawanya, bahkan tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di Rumah Sakit.

h. Oleh karena itu, diperingatkan untuk tertib dan disiplin menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga sahabat, menjaga masyarakat, dan menjaga Bali, agar terhindar dari risiko penularan Covid-19.

"Astungkara semua Krama Bali Rahayu," kata Wayan Koster.

BACA JUGA: Bali Dibuka Internasional, Ini Negara dan Syaratnya

Masyarakat diminta tertib dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dan upaya bersama tersebut, dengan harapan, Pandemi Covid-19 dapat dikelola dengan sebaik-baiknya, guna menghindari terjadinya peningkatan kasus baru di Bali, sehingga akan memberi kepercayaan masyarakat nasional dan internasional terhadap penanganan Covid-19 di Bali. 

Hal ini menurut Koster, merupakan modal yang sangat penting bagi kenyamanan dan keamanan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali.

Semua yang disampaikan dalam konferensi pers ini, menurut dia, merupakan arahan langsung dari Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 8 Oktober 2021 di hadapan Gubernur, Ketua DPRD Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kajati Bali, Pengadilan Tinggi Bali, serta Bupati/Wali Kota, Ketua DPRD Kabupaten/Kota, Dandim, Kapolres, dan Kajari seluruh Bali, yang pada intinya menekankan penanganan Covid-19 dengan baik agar dibukanya wisatawan mancanegara tidak menimbulkan klaster kasus baru Covid-19 di Bali.

"Astungkara, dengan kesadaran dan tanggung jawab Kita bersama, aktivitas pariwisata dapat berlangsung, namun sekaligus dapat mengendalikan Pandemi Covid-19. Supaya pariwisata dan perekonomian Bali segera pulih dan bangkit kembali. Saya mengajak Krama Bali terus berupaya dan berdoa bersama agar apa yang menjadi harapan kita bersama dapat berjalan dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses. Rahayu," tutup Gubernur Bali, Wayan Koster. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00