FOKUS: #VAKSIN COVID-19

DPR Masih Terus Soroti Obat dan Alkes

KBRN, Jakarta: Komisi IX DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Farmasi dan Alkes, serta sejumlah Organisasi Perusahaan Farmasi dan Alkes membahas ketersediaan obat dan alkes penanganan Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani menyoroti masih adanya mafia obat dan alkes yang mempengaruhi ketersediaan obat dan alkes di pasaran. Politisi dari Fraksi PKS ini menyebut seperti harga alat tes Covid-19 yang sebelumnya sangat tinggi khususnya PCR dapat ditekan harganya turun drastis saat ini

"Bagaimana kita memberantas mafia obat dan alkes ini, pernyataan rasional kita ingin memberantas mafia, kenyataannya mafia masih ada, harga rapid antigen sangat beragam, swab PCR dari yang harganya selangit tiba tiba kemudian bisa turun turun turun, alasan teknis semata atau ada yang lain," ungkap Netty Prasetyani di Ruang Sidang Komisi IX, pada Senin (27/9/2021).

Sementara itu, Sekjen Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab), Randy menyatakan pihak terus memperjuangkan harga wajar obat dan alkes di tengah masuknya obat dan alkes import.

"Memperjuangkan harga wajar dari alat kesehatan, kami dari asosiasi punya yang disebut struktur harga kesehatan sesuai dengan peraturan yang ada, kalau produk import kita terbuka, PIB nya, harga akhirnya sama sama sepakat," kata Rendy.

Anggota Komisi IX, Netty Prasetyani menambahkan, permasalahan lain juga diketahui 75 persen obat obatan di Puskesmas telah kadaluarsa.

Dimana Puskesmas menjadi sentra penanganan Pandemi saat ini. Disebutkannya mafia obat mempengaruhi ketersediaan obat di Puskesmas. (QQ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00