Satgas: Vaksin Bukan Satu-satunya Tameng Menghadapi Covid-19

Foto: Istimewa

KBRN, Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut jika pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan cakupan vaksinasi di seluruh Indonesia. 

"Namun, vaksin tidak dapat menjadi satu-satunya tameng dalam menghadapi pandemi Covid-19," tegas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito seperti dilansir dari konferensi pers secara virtual di Youtube, Jumat (24/9/2021). 

Menurutnya, vaksinasi dosis pertama jika minim kepatuhan protokol kesehatan tentunya tidak dapat menjamin lonjakan kasus untuk tidak terjadi lagi. 

Ia meminta agar Indonesia belajar dari pengalaman negara-negara dengan cakupan vaksinasi dosis pertama tertinggi seperti Singapura 79 persen, Finlandia 73 persen, Inggris 71 persen, Jepang 66 persen dan Amerika Serikat 63 persen, nyatanya lonjakan kasus masih dapat terjadi. 

"Di Singapura relaksasi dilakukan dengan berfokus pada penguatan 3T dan peningkatan cakupan vaksinasi dan kurang berfokus pada pencegahan yaitu protokol kesehatan di tempat umum," rincinya. 

Ia mengatakan, klaster di Singapura bermunculan kembali mulai dari klaster restoran dan tempat makan di bandara, tempat karaoke, pusat perbelanjaan hingga terminal bus. 

Sedangkan di Finlandia, lanjutnya, peningkatan terjadi karena tim sepakbola yang datang dari Rusia yang masuk ke Finlandia tanpa dilakukan tes skrining terlebih dahulu. 

"Selain itu, masyarakat cenderung tidak merespons pada upaya tracing yang dilakukan oleh pemerintahnya sehingga menghambat pelacakan dan penanganan kasus sejak dini," katanya. 

Untuk itu ia mengingatkan, dengan mobilitas yang mulai meningkat maka seluruh lapisan masyarakat harus tetap disiplin protokol kesehatan. 

"Sehingga kita tidak harus kembali belajar melalui lonjakan kasus selanjutnya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00