FOKUS: #PPKM MIKRO

Mobilitas Jawa-Bali Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

Sejumlah kendaraan berjalan tersendat akibat pengalihan arus pemberlakuan ganjil-genap di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan volume kendaraan di masa PPKM Level 3 mencapai 80 persen atau naik 30 persen dibandingkan saat pemberlakuan PPKM Darurat beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KBRN, Jakarta: Menindaklanjuti laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait peningkatan mobilitas di Indonesia, pemerintah dengan tegas meminta masyarakat agar tidak lengah dan selalu taat protokol kesehatan, terutama memakai masker.

Pemerintah juga meningkatkan sinergisitas dengan daerah dalam mengawasi situasi di lapangan. 

Dalam laporan yang dirilis pada 15 September 2021, WHO menyoroti tingginya mobilitas masyarakat khususnya di wilayah Jawa dan Bali dalam sepekan terakhir. 

Menyikapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate kembali mengimbau masyarakat agar tidak mengendurkan kewaspadaan, karena virus Corona masih mengintai.

"Pemerintah menegaskan, walaupun penanganan COVID-19 di Indonesia mengarah pada tren dan kondisi yang baik, masyarakat jangan lengah. Mari kita jaga bersama arus mobilitas dengan sangat efisien, diiringi penerapan protokol kesehatan yang ketat selama bepergian, khususnya memakai masker," ujar Menkominfo Johnny G Plate di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (20/9/2021). 

Menurutnya, dalam laporan WHO disebutkan beberapa sektor dinilai telah mengalami peningkatan mobilitas.

Di antaranya, sektor ritel dan rekreasi terutama pada wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Banten.

Di empat provinsi tersebut, bahkan tingkat mobilitas menyamai kondisi seperti sebelum pandemi. 

Oleh karena itu, WHO menilai Indonesia memerlukan rencana jelas dan konkret guna mengantisipasi serta mengurangi potensi dampak dari peningkatan mobilitas masyarakat.

Hal ini juga harus diikuti dengan strategi penguatan kapasitas sistem kesehatan di tingkat nasional dan tingkat subnasional. 

"Jangan sampai kembali terjadi lonjakan kasus di negara kita dikarenakan peningkatan mobilitas masyarakat ini. Untuk itu, pemerintah memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah dalam memantau pelaksanaan PPKM di setiap wilayah," kata Johnny. 

Lebih lanjut, kata Johnny, WHO menyatakan sejak 18 Agustus mobilitas masyarakat meningkat setelah pemerintah Indonesia melonggarkan PPKM pada 26 Juli 2021. 

Kenaikan ini terjadi terutama pada stasiun transit, area ritel, dan tempat rekreasi di Jawa dan Bali. 

Sejalan dengan arahan WHO agar pemerintah selalu waspada di tengah pembukaan kegiatan dan meningkatnya mobilitas publik, Menkominfo mengajak setiap pihak untuk mawas diri.

"Kita juga bisa melihat pada pengalaman negara tetangga, yang kembali mengalami lonjakan kasus ketika pelonggaran diberikan dan masyarakat menjadi lengah. Saya sarankan bila harus mengunjungi ruang publik, pilihlah tempat yang sudah menggunakan PeduliLindungi sebagai alat skrining akses masuk. Selain itu, jangan lupa tetap pakai masker dan segera vaksinasi," pungkasnya.(Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00