Status Hitam Nekat Berkeliaran Akan di Isoter

Pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

KBRN, Jakarta: Aplikasi PeduliLindungi mencatat 3.830 orang terkonfirmasi positif Covid-19 atau yang berstatus hitam sedang berkeliaran di sejumlah fasilitas publik. Temuan ini didapati dari upaya orang berstatus hitam mengakses fasilitas publik dengan cara memindai barcode sebagai syarat masuk.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah berkomitmen menekan penularan di lingkungan fasilitas publik dengan segera mengisolasi secara terpusat (isoter) orang dengan kategori hitam yang mencoba mengakses fasilitas publik. 

"Pemerintah berkomitmen dengan kerjasama bersama satgas di fasilitas publik untuk segera merujuk orang yang terjaring atau kategori hitam, atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat," kata Wiku dalam siaran pers yang diterima, Rabu (15/9/2021).  

Wiku menambahkan, situasi pandemi di Indonesia terus mengalami perbaikan. Hal ini dapat terlihat melalui angka positivity rate yang terus menurun dan juga angka testing dan tracing yang terus meningkat. 

Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan upaya pengendalian semaksimal mungkin. 

Selama, Covid-19 masih ada di Indonesia, pemerintah secara tegas akan memberlakukan PPKM dengan melakukan monitoring dan evaluasi tiap minggu. Detail perubahan dan evaluasi setiap minggunya merupakan kebijakan yang bersifat adaptif menyesuaikan perkembangan virus yang dinamis.

"Kebijakan yang diambil juga akan bertumpu pada data terkini untuk memastikan kebijakan yang diputuskan dapat menjawab perkembangan di lapangan," pungkas Wiku.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, aplikasi PeduliLindungi mendeteksi adanya masyarakat 'bandel' dikarenakan masih ada orang positif Covid-19 yang masih beraktifitas di tempat-tempat umum.

Ia menyebut, PeduliLindungi mendeteksi 3.880 orang yang positif Corona, masih nekat beraktifitas di tempat umum seperti mal, bandara dan beberapa tempat lainnya.

"Suprisingly tetap aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif COVID tapi masih jalan-jalan" kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).

Budi merinci, tercatat terdapat 3.000 orang yang masih positif Covid-19 masuk mall, 43 orang ke bandara, 63 orang naik kereta api dan 55 orang masih masuk dan makan direstoran.

"Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif COVID yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00