FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kasus Menurun, Jokowi: Covid-19 Selalu Mengintip

KBRN, Yogyakarta: Presiden Joko Widodo mengharapkan masyarakat tidak terlena dan larut dalam euforia atas penurunan kurva pertumbuhan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

Hal itu disampaikan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta untuk meninjau kegiatan vaksinasi bagi penyandang disabilitas, pelajar dan masyarakat umum, Jumat (10//2021).

“Ini penting saya sampaikan agar kita tidak euforia berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita semuanya masyarakat harus sadar bahwa Covid-19 selalu mengintip kita,” ungkapnya.

Ketika meninjau vaksinasi di SLB Negeri 1 Yogyakarta, Jokowi berpesan agar kepatuhan protokol kesehatan tidak boleh menurun seiring melandainya kasus terkonfirmasi dan juga percepatan program nasional vaksinasi Covid-19. Jokowi meminta agar keberhasilan melandaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini harus terus dipertahankan.

“Sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan terutama menggunakan masker,” tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar masyarakat waspada terhadap varian baru yang dapat masuk ke Tanah Air.

“Vaksinasi bagi pelajar ini juga merupakan bagian dari upaya perluasan vaksinasi yang kita lakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, terutama varian Delta," imbuhnya.

Lebih lanjut Jokowi kembali mengingatkan agar publik mulai beradaptasi dengan perubahan pandemi menuju endemi flu biasa di masa mendatang.

Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, masyarakat harus mulai membiasakan diri hidup berdampingan dengan Corona.

“Oleh sebab itu, kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi, dan mulai belajar hidup bersama dengan Covid-19,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, Presiden Jokowi sempat berpesan agar program vaksinasi Covid-19 dapat dipercepat dengan cakupan yang lebih luas. Selain itu, Presiden juga menginginkan pemulihan sektor perekonomian, seperti pariwisata dilakukan secara bertahap agar tidak memicu lonjakan kasus baru.

“Mempercepat vaksinasi, dan sama hati-hati untuk membuka secara bertahap. Jangan (ekonomi) dibuka, terus nanti naik lagi,” ujar Sultan.

Presiden Jokowi berkesempatan meninjau kegiatan vaksinasi di SLBN 1 Yogyakarta dan juga vaksinasi massal yang melibatkan sekitar 8.000 orang di Kabupaten Bantul pada Jumat siang. Sehari sebelumnya, presiden juga meninjau kegiatan vaksinasi di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, sembari meresmikan bendungan Passeloreng dan Bendung Gilireng pada Kamis siang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00