Limbah Medis Selama Pandemi Covid-19 Persoalan Darurat

Ilustrasi Limbah Medis Covid-19 (Doc Istimewa).jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, permasalahan limbah medis bahan berbahaya beracun (B3) yang dihasilkan selama pandemi Covid-19 menjadi fokus pemerintah yang harus segera ditangani.

“Pemerintah memandang persoalan darurat yang harus segera ditangani yaitu timbulan limbah medis yang dihasilkan selama masa pandemi Covid-19 ini,” kata Luhut dalam siaran pers yang diterima, Rabu (4/8/2021).

Kata Luhut, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan secara serius, sistematis dan cepat dalam penanganan lonjakan timbulan limbah medis selama masa pandemi.

Untuk itu, Luhut menyampaikan akan bekerja sama dengan pabrik semen yang tersebar di berbagai wilayah untuk dapat membantu pemusnahan limbah B3 medis.

Mengingat tungku pembakaran/kiln semen bisa mencapai suhu diatas 1.200 derajat celcius. 

“Paralel dengan itu, kita akan siapkan insinerator pengolah limbah B3 yang akan ditempatkan di lokasi prioritas, serta mempersiapkan anggaran untuk penanganan limbah B3 medis darurat,” sebutnya.

Beberapa lokasi prioritas untuk penanganan timbulan limbah B3 medis Covid-19 ini adalah di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, pusat-pusat isolasi terpusat dan tempat-tempat isolasi mandiri. 

Terdapat 15 provinsi yang sampai saat ini belum memiliki jasa pengolah limbah B3 sehingga limbah harus diangkut ke provinsi terdekat yang telah memiliki fasilitas pengolahan. Untuk menjamin kelancaran inisiatif ini, akan diadakan sinkronisasi dan pendetailan data timbulan limbah B3 medis Covid-19 serta jumlah limbah yang belum mampu diolah.

“Pengelolaan limbah B3 Medis Covid-19 ini menjadi sangat urgen ditangani semenjak meluasnya sumber-sumber limbah B3 dari penanganan Covid-19 seperti hotel, wisma, maupun tempat isolasi dan karantina mandiri masyarakat,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Menteri Siti meneruskan, pengelolaan limbah B3 ini terdiri dari beberapa tahap, yakni pengumpulan, pemilahan, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, pengangkutan, dan pemusnahan. Semua ini dilakukan agar limbah B3 tersebut tidak menjadi sumber penyakit maupun kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00