Vaksin Covid-19 Syarat Berkegiatan di Ibu Kota

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVD-19 kepada warga di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (31/7/2021). Kementerian Kesehatan mencatat per 31 Juli 2021 jumlah warga yang telah menerima vaksin COVID-19 untuk dosis pertama mencapai 47.226.514 dan dosis kedua mencapai 20.534.823 dari total sararan vaksinasi sebesar 208.265.720. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj..jpg

KBRN, Jakarta: Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut,  vaksin Covid-19 menjadi salah satu syarat bagi masyarakat untuk berkegiatan di berbagai sektor.

Hal itu dikarenakan, mengingat sudah tingginya angka vaksinasi di Ibu Kota.

"Dengan melihat kenyataan bahwa di Jakarta kecepatan pemberian vaksin cukup tinggi, dan jangkauan yang sudah tervaksin sudah sampai 7,5 juta maka kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat, baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta," tuturnya seperti dikutip rri.co.id dari kanal YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Itu artinya, para pelaku di sektor tersebut mesti menerima suntikan vaksin terlebih dahulu untuk bisa melakukan kegiatannya.

Nantinya, pembukaan kegiatan di berbagai sektor ini kata Anies akan diatur bertahap. Tahapannya pun juga punya kaitan dengan vaksin ini.

Semisal, pihaknya akan memberi izin tukang cukur membuka usahanya ketika mereka telah divaksin. Begitu pula dengan warga yang ingin menggunakan jasanya.

"Jadi, misalnya tukang cukur mau buka, boleh. Tapi tukang cukurnya vaksin dulu, dan yang mau cukur harus divaksin. Tapi karyawannya vaksin dulu," jelas Anies.

Baca Juga: Anies: Vaksin Efektif Menurunkan Resiko Kematian Covid-19

Baca Juga: Dua Harimau Penghuni TMR Positif Covid-19

Ia menegaskan, pembukaan kegiatan di berbagai sektor ini akan dibarengi dengan kewajiban mereka untuk mengikuti program vaksinasi nasional, tanpa terkecuali.

"Baik yang bekerja di tempat itu, maupun yang berkunjung maupun costumer, dan lain-lain," tegasnya.

Ia pun mengajak warga untuk mengikuti program vaksin, salah satunya warga dapat mendaftar lewat aplikasi JAKI milik Pemprov Jakarta. 

"Ada juga, menggunakan SMS dari PeduliLindungi sebagai bukti vaksinasi, juga ada sertifikasi digital dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Sementara lanjut Anies bagi mereka yang baru saja sembuh dari Covid-19 dapat mengikuti ketentuan yang telah ada. Membawa surat dari fasilitas kesehatan sebagai bukti seseorang merupakan penyintas Covid-19.

Termasuk mereka kelompik warga yang belum vaksin karena kondisi kesehatan tertentu.

"Sederhana, siapkan keterangan dokter dari fasilitas kesehatan itu sebagai buktinya," tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00