FOKUS: #PPKM MIKRO

KPAI Soroti Tingginya Anak Indonesia Terpapar Covid-19

KBRN, Ponorogo: Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyoroti tingginya kasus Covid-19 yang menjangkiti anak di Indonesia.

Komisioner KPAI Jasra Putra menyebut data di Satgas Covid-19 dari 2 juta terinfeksi secara nasional hampir 235 ribunya adalah anak pada rentang usia 0-18 tahun dengan angka kematian 1,7 persen atau yang tertinggi di Dunia.

Hal ini menurut Jasra diperparah dengan dugaan varian baru Covid-19 yang lebih cepat mengninfeksi anak-anak, sebagaimana yang diungkapkannya saat meninjau langsung sarana kabupaten Layak anak di Ponorogo.

“Data di DKI Jakarta misalnya dari 4 ribu data 600 diantaranya anak usia 0 – 5 tahun, dan ada 144 usia 5 – 18 tahun. Dan dugaan varian baru ini cepat mengingfeksi anak-anak,” terangnya.

Lebih jauh Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak itu menilai kondisi tersebut diperburuk dengan layanan kesehatan dasar anak-anak Indonesia yang tidak sebaik negara-negara maju diantaranya dalam hal imunisasi.

“Terutama anak-anak yang komorbit (memiliki riwayat penyakit penyerta), kenapa komorbit mungkin dulunya stunting, kenapa komorbit mungkin dulu imunisasinya kurang lengkap. Jadi modal kesehatan anak-anak kita itu tak sekuat negara-negara maju. Stunting kita juga tinggi dan itu bisa mendorong percepatan infeksi virus,” paparnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita saat menerima KPAI di Ponorogo meminta masyarakat bersabar dan kembali saling bergandengan tangan menekan angka Covid -19 dan memahami sejumlah pembatasan, paska naiknya status Ponorogo dari zona orange ke Zona merah di bersama dua daerah lain di Jawa Timur yakni Kabupaten Ngawi dan Bangkalan

“Harapan saya masyarakat tolong bersabar semuanya. Karena ini proses yang harus kita jalankan. Jika tidak akan semakin besar lagi takutnya, nakes kita juga sudah kewalahan,” kata Lisdyarita, Jumat (25/6/2021).

Melonjaknya kasus Covid-19 di Ponorogo membuat pemerintah daerah setempat kembali memberlakukan kebijakan PPKM mikro dan sejumlah pengetatan kegiatan masyarakat mengingat lonjakan kasus Covid-19 dalam beberpa waktu terakhir yang membuat sejumlah rumah sakit over kapasitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00