AstraZeneca untuk Pasien Jantung, ini Rekomendasi PERKI 

KBRN, Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) tidak melarang vaksin Astra Zeneca pada pasien jantung dan pembuluh darah yang kondisinya stabil. 

"Perhimpunan dokter jantung Indonesia @inaheartperki tidak melarang vaksin Astra Zeneca pd pasien penyakit jantung dan pembuluh darah yang kondisinya stabil," kata dr Berlian Indris salah satu dokter jantung di akun Twitternya yang dilihat RRI.co.id, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, risiko pembekuan darah (trombosis) akibat vakin ini sangat kecil, 0,000000036%, sementara efektivitasnya baik. 

Rekomendasi PERKI terkait vaksin Covid-19 AstraZeneca antara lain:

1. vaksin AstraZeneca dilaporkan memiliki efektivitas yang baik dan telah mendapat persetujuan untuk digunakan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

2. Sindrom yang sangat jarang berupaya pembekuan darah disertai penurunan kadar trombosit (thrombosis with thrombocytopenia syndrome) dilaporkan terjadi sekitar 4-20 hari setelah vaksinasi. Hubungan sebabakibat antara vaksindan kejadian trombosis diduga ada, namun hipotesis tentang mekanisme biologisnya masih memerlukan investigasi lebih lanjut. 

3. Risiko kejadian trombosis terkait vaksin AstraZeneca yang telah dilaporkan sangat kecil (sekitar 3.6 kasus per 1 juta orang yang divaksinasi) dengan lebih dari 78 juta dosis vaksin AstraZeneca telah digunakan di Eropa. Kejadian trombosis akibat Covid-19 dilaporkan sebanyak 207.1 kasus per 1 juta kasus Covid-19, lebih tinggi dibandingkan kejadian trombosis akibat vaksin AstraZeneca.

4. Pasien dengan komorbid kardiovaskular termasuk penyakit jantung koroner, atrial fibrilasi, penyakit jantung bawaan, riwayat typical venus thromboembolism (VTE) seperti deep vein thrombosis (DVT) tungkai atau emboli paru, adanya trombus intrakardiak serta penggunaan antikoagulan rutin terkait kondisi tersebut dapat menggunakan vaksin AstraZeneca selama pasien dalam kondisi stabil dan memenuhi kriteria yang telah disampaikan PERKI.

5. Pasien dengan riwayat heparin-induced thrombocytopenia (HIT) penurunan kadar trombosit akibat penggunaan heparin masuk dalam kelompok yang memerlukan perhatian khusus dan direkomendasikan untuk mendapatkan jenis vaksin lain bila memungkinkan.

6. Sebaran kasus trombosis terkait vaksinasi AstraZeneca di Eropa dilaporkan lebih banyak pada usia deewasa muda dibandingkan dewasa tua. Namun demikian, rekomendasi penggunaan vaksi AstraZeneca menurut usia dikembalikan pada rekomendasi Badan POM RI.

7. Setiap penerima vaksin AstraZeneca tetap dipantau sesuai panduan KIPI dan bila ada keluhan spesifik seperti sakit kepala hebat, pandangan mata terganggu, sesak nafas atau nyeri dada tiba-tiba, bengkak pada salah satu tungkai, nyeri perut yang hebat atau timbulnya bintik pendarahan di luar area penyuntikan, maka disarankan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (foto: Reuters)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00