FOKUS: #PPKM MIKRO

Mudik Lebaran 2021, Positif Corona Bertambah 3.922

Sejumlah petugas Kepolisian memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

KBRN, Jakarta: Mudik Lebaran 2021, kasus positif virus corona (Covid-19) langsung bertambah 3.922 sejak Minggu (9/5/2021). 

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak diumumkan awal Maret 2020 hingga hari ini menjadi 1.713.684 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sebanyak 1.568.277 orang di antaranya telah sembuh, sudah termasuk penambahan 4.360 orang dari hari sebelumnya.

Kemudian dari jumlah kasus positif, sebanyak 47.012 orang di antaranya meninggal dunia. 

Pasien yang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona bertambah 170 dari hari sebelumnya.

Sementara itu, seperti dilansir CNN Indonesia, kasus aktif di Indonesia mencapai 98.395 orang. 

Jumlah spesimen yang diperiksa di laboratorium kesehatan se-Indonesia hingga hari ini mencapai 48.901 sampel, sedangkan jumlah suspek sebanyak 86.846 orang.

Sehari sebelumnya, Jumat (7/5), jumlah akumulasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.709.762 kasus. 

Sebanyak 1.563.917 orang di antaranya telah sembuh dan 46.842 pasien meninggal dunia.

Hingga kini pemerintah pusat dan daerah masih berupaya menanggulangi pandemi virus corona. 

Berbagai kebijakan telah dikeluarkan guna menekan laju penularan Covid-19.

Mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat, program vaksinasi hingga pelarangan mudik Lebaran, hingga pemberian stimulus kepada warga serta pelaku usaha yang ekonominya terdampak.

Pemerintah juga terus berupaya agar masyarakat berperan dan mau diberi suntikan vaksin. 

Program vaksinasi ditujukan untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). 

Targetnya, 188 juta penduduk memperoleh suntikan vaksin.

Di tengah penanggulangan Covid itu, ada pula risiko klaster penularan perjalanan mudik. 

Pemerintah pusat telah melarang mudik mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021. 

Meskipun demikian, sudah banyak warga yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman sebelum larangan mudik resmi diberlakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00