Menkes: Perebutan Vaksin Covid-19 Dunia Semakin Keras

Pekerja membawa Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww. .jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, saat ini kompetisi untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di tingkat global dan dunia semakin keras.

Meski demikian, ia memastikan jika Indonesia memiliki pasokan pengadaan vaksin Covid-19 yang aman. Hal itu dikarenakan, saat ini Indonesia memasok ketersediaan vaksin Covid-19 dari empat sumber.

"Memang sekarang di seluruh dunia rebutan vaksin itu makin keras. Alhamdulillah Indonesia itu sumber vaksinnya ada empat. Jadi ada yang dari China, dari London, dari Amerika ada yang dari Jerman Amerika," kata Budi Gunadi saat peninjauan vaksinasi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Senin (19/4/2021), yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden.

"Sehingga kalau ada satu yang terganggu lainnya insyaallah masih lancar," tambahnya.

Budi menyebut, salah satu sumber vaksin Covid-19 yang lancar hingga saat ini berasal dari China, yang dikirimkan rutin setiap dua minggu.

"Pengirimannya datang kemarin itu 6 juta bahan baku. Itu akan jadi sekitar 80 persennya atu 4.8 juta satu bulan kemudian di bulan Mei," sebutnya.

"Jadi kita sekarang walau agak rem karena memang ada hambatan untuk yang AstraZeneca, tapi Alhamdulillah yang China masih masuk. Sehingga April ini InsyaAllah harusnya terpenuhi. Dan kita juga sudah menyiapkannya untuk bulan Mei," katanya.

Sebelumnya, Minggu (18/4/2021), Indonesia kembali kedatangan 6 juta bulk (bahan baku) vaksin Covid-19 produksi perusahaan asal China, Sinovac.

Bahan baku vaksin yang datang tersebut, merupakan bagian dari pengiriman 140 juta bulk Sinovac yang akan diterima Indonesia pada tahun ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00